Viral pengakuan ketua BEM FH UBK terima duit usai bertemu Wapres Gibran, apa motif di baliknya?

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 23 Juni 2026 | 22:30 WIB
Menyoroti isu aksi berbayar yang diduga melibatkan massa mahasiswa FH UBK di Jakarta hingga mediasi tertutup dengan Wapres Gibran (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti isu aksi berbayar yang diduga melibatkan massa mahasiswa FH UBK di Jakarta hingga mediasi tertutup dengan Wapres Gibran (Instagram.com/@undercover.id)

Baca Juga: Kronologi mobil BMW di Jakbar remuk digetok warga usai diduga tabrak lari pengemudi ojol dan seorang wanita

Dugaan keterlibatan oknum polisi

Lebih lanjut, Abdi menyebut uang tersebut berasal dari seorang oknum anggota kepolisian yang dikenalnya melalui perantara alumni kampus.

Ia mengklaim pemberian uang itu bertujuan agar massa yang berada di bawah komandonya tidak melanjutkan aksi ke kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

“Sebelumnya ada pihak kepolisian agar kami tidak turun aksi, tapi kita tetap turun,” ujarnya.

Ia juga menyebut adanya sosok yang diduga menjadi perantara dalam pemberian uang tersebut.

Baca Juga: Sebelum jadi korban aniaya, YTR sempat ditemukan menangis di tempat kerja karena cemaskan harta yang dibawa kabur pacarnya

Menurutnya, selain untuk membatasi pergerakan massa, mahasiswa juga diarahkan untuk melakukan mediasi tertutup dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kilas balik aksi dan mediasi dengan wapres

Diketahui, aksi mahasiswa UBK pada 15 Juni 2026 sempat memanas saat massa bergerak dari kampus di Cikini menuju Patung Kuda.

Ketegangan terjadi di kawasan Tugu Tani, di mana mahasiswa sempat terlibat dorong-dorongan dengan aparat kepolisian.

Situasi kemudian mereda setelah sejumlah perwakilan mahasiswa diminta mengikuti pertemuan dengan Wakil Presiden.

Baca Juga: Di balik kasus penyiksaan seorang wanita di Bandung, ada kakak yang merasa janggal saat adiknya tak kunjung pulang

Sebanyak 15 orang hadir dalam mediasi tertutup yang berlangsung sekitar 60 menit.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X