Viral unjuk rasa di Pendopo Kuningan: Massa aksi bawa celana dalam, kecam skandal perselingkuhan pejabat

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 17 Juni 2026 | 20:34 WIB
Menyoroti aksi unjuk rasa warga di Kantor Bupati Kuningan, Jawa Barat terkait dugaan perilaku amoral yang libatkan oknum pejabat daerah (Instagram.com/@kuninganmass)
Menyoroti aksi unjuk rasa warga di Kantor Bupati Kuningan, Jawa Barat terkait dugaan perilaku amoral yang libatkan oknum pejabat daerah (Instagram.com/@kuninganmass)

GENMILENIAL.ID – Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah warga di kawasan Kantor Bupati Kuningan, Jawa Barat, pada Rabu, 17 Juni 2026, menjadi sorotan publik, khususnya di media sosial.

Aksi tersebut viral setelah massa menggunakan cara unik dengan mengenakan celana dalam di kepala sebagai simbol protes.

Aksi nyentrik ini dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap dugaan perilaku tidak bermoral atau amoral yang dituduhkan kepada sejumlah oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan.

Unggahan akun Instagram @kuninganmass turut memperlihatkan jalannya aksi tersebut.

Baca Juga: Di balik wacana peluncuran BBM B50, ada hasil uji coba ESDM yang pernah disebut bikin filter kendaraan cepat rusak

Dalam keterangannya, disebutkan bahwa aksi itu diikuti oleh masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Anti Penindasan (KORAKAP) Kuningan.

“Aksi bertajuk ‘Aksi Damai Seribu Cangcut, Pejabat Kuningan Darurat Moral’ itu, mereka menyoroti dugaan tindakan amoral pejabat,” tulis akun tersebut.

Lima pejabat disorot massa

Dalam aksi tersebut, massa secara terbuka menyoroti dugaan keterlibatan lima orang pejabat yang dianggap terkait dengan isu perselingkuhan.

Dugaan tersebut mencakup berbagai level jabatan, mulai dari aparatur sipil negara hingga pejabat tinggi daerah.

Baca Juga: Beredar isu dalang di balik gencarnya aksi Tiyo Ardianto: PDIP gesit menepis, tapi ada skandal kepemilikan Fortuner

“Di sini saya catat ada lima orang, termasuk pejabat tinggi di Kuningan,” kata Dadang Abdullah dalam orasinya.

Ia juga mendesak agar Bupati Kuningan segera mengambil tindakan tegas dengan memanggil pihak-pihak yang diduga terlibat dan memberikan sanksi jika terbukti bersalah.

“Saya minta Pak Bupati hadir dan memanggil oknum-oknum pejabat itu di depan kita. Kalau terbukti, saya minta Pak Bupati pecat dan turunkan jabatannya,” tegas Dadang Abdullah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X