“Dia bilang tidak bisa lepas karena semuanya diambil sama laki-laki itu,” ungkap Melanie menirukan cerita rekan kerja korban.
Pesan terakhir yang menyayat hati keluarga
Komunikasi terakhir antara YTR dan keluarganya terjadi pada akhir 2025. Dalam percakapan tersebut, korban sempat mengutarakan keinginannya untuk pulang.
Namun, kalimat yang diucapkannya justru membuat hati keluarga hancur. “Aa, kalau aku pulang masih dianggap anak nggak?” tanya YTR kepada kakaknya.
Keluarga pun meyakinkan bahwa mereka akan menerima YTR dalam kondisi apa pun. Namun, saat diminta untuk dijemput di kawasan Rancaekek, korban tak kunjung muncul.
Kini, keluarga hanya berharap pelaku segera ditangkap dan korban mendapatkan keadilan atas penderitaan panjang yang dialaminya.***