“Dia bilang tidak bisa lepas karena semuanya diambil sama laki-laki itu,” ungkap Melanie menirukan cerita rekan kerja korban.
Pesan terakhir yang menyayat hati keluarga
Komunikasi terakhir antara YTR dan keluarganya terjadi pada akhir 2025. Dalam percakapan tersebut, korban sempat mengutarakan keinginannya untuk pulang.
Namun, kalimat yang diucapkannya justru membuat hati keluarga hancur. “Aa, kalau aku pulang masih dianggap anak nggak?” tanya YTR kepada kakaknya.
Keluarga pun meyakinkan bahwa mereka akan menerima YTR dalam kondisi apa pun. Namun, saat diminta untuk dijemput di kawasan Rancaekek, korban tak kunjung muncul.
Kini, keluarga hanya berharap pelaku segera ditangkap dan korban mendapatkan keadilan atas penderitaan panjang yang dialaminya.***
Artikel Terkait
Kasus viral diduga bullying di SMP Tangsel: Polisi selidiki kekerasan hingga kondisi medis korban
Sejoli di Bandung terseret isu KDRT, video CCTV diduga rekam aksi kekerasan hingga permintaan maaf pelaku
Dugaan kekerasan anak di Pasar Senen Jakpus viral, korban disebut sering dianiaya hingga tidur di teras
Aksi mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta soroti dugaan kekerasan seksual, tuntut transparansi kampus
Terungkap kasus kekerasan seksual ayah tiri di Surabaya, dua anak jadi korban
Rekonstruksi daycare Little Aresha Yogyakarta diwarnai teriakan orang tua korban, 23 adegan kekerasan diperagakan
Di balik kasus penyiksaan seorang wanita di Bandung, ada kakak yang merasa janggal saat adiknya tak kunjung pulang