Menanggapi kekhawatiran publik yang membandingkan kondisi saat ini dengan krisis 1998, Chatib menegaskan situasi ekonomi Indonesia saat ini berbeda secara fundamental.
“Sama nggak 1998 dengan 2026? My answer is no,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa perbedaan utama terletak pada sistem nilai tukar yang kini lebih fleksibel, sehingga mampu meredam tekanan eksternal.
Baca Juga: Qodari rilis buku ‘Presiden Solusi’, beberkan 108 terobosan pemerintahan Prabowo
Secara keseluruhan, Chatib menilai pelemahan rupiah tidak akan membawa Indonesia ke jurang resesi.
Pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,5 hingga 5 persen masih tergolong baik dalam konteks global.***