Prabowo ungkap kekayaan RI yang dirampas Belanda setara 31 triliun dolar AS, atau 140 kali APBN

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 14 Juni 2025 | 13:19 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto (Instagram.com/@prabowo)
Presiden RI, Prabowo Subianto (Instagram.com/@prabowo)

GENMILENIAL.ID - Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti besarnya kekayaan Indonesia yang dirampas selama masa penjajahan Belanda. Dalam forum pertahanan internasional Indo Defence 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, ia menyebut nilai kerugian tersebut mencapai angka fantastis.

“Baru-baru ini ada riset yang menyebutkan bahwa kekayaan yang diambil Belanda selama masa penjajahan Indonesia setara dengan 31 triliun dolar AS,” ujar Prabowo dalam pidatonya, Rabu 11 Juni 2025.

Baca Juga: Simbol perang dikumandangkan, Iran balas Israel dengan isyarat kuno

Angka tersebut, lanjut Prabowo, setara dengan 18 kali lipat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini, yang berada di kisaran 1,5 triliun dolar AS, atau sekitar 140 tahun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia 2025.

“Ini menunjukkan betapa besarnya kekayaan yang keluar dari Indonesia selama penjajahan,” tegasnya.

Belanda kaya berkat Indonesia, kini saatnya bangkit

Prabowo menambahkan bahwa kekayaan yang disedot dari Indonesia sempat menjadikan Belanda sebagai negara dengan PDB per kapita tertinggi di dunia pada masa kolonial.

Baca Juga: Evan Dimas tanggapi santai sorotan soal fisik: Tenang-tenang, aku lagi program gedein badan

“Selama menjajah Indonesia, Belanda menjadi negara dengan GDP per kapita tertinggi di dunia,” ujarnya.

Meski begitu, Prabowo menyebut kondisi itu kini tidak lagi relevan. Menurutnya, bangsa Indonesia kini memiliki kemampuan dan kedaulatan penuh untuk menjaga serta mengelola sumber dayanya sendiri.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi utama dunia jika kita mampu menjaga dan mengelola kekayaan ini dengan baik,” katanya.

Visi Indonesia Emas 2045 dan janji penghapusan kemiskinan

Presiden ke-8 RI itu juga optimis terhadap masa depan ekonomi nasional.

Baca Juga: Heboh anak 7 tahun diduga disiksa ayah kandung di Kebayoran Lama, polisi temukan luka bakar di tubuh korban

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X