Ia menegaskan bahwa apabila pembayaran dilakukan secara tunai, kemungkinan besar akan lebih sulit membuktikan transaksi tersebut.
“Bayangkan kalau kami bayar cash dan struknya tidak ketemu,” ungkapnya.
Baca Juga: ESAI: Peran jurnalis dalam perkembangan sastra Indonesia
Pagi sore akui miskomunikasi
Pihak Restoran Pagi Sore kemudian memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.
Manajemen menyebut peristiwa itu murni terjadi karena miskomunikasi dan bukan unsur kesengajaan.
“Kejadian ini murni karena miskomunikasi dan bukan unsur kesengajaan,” ujar perwakilan Pagi Sore.
Pihak restoran juga berharap hubungan baik dengan pelanggan tetap terjaga setelah kejadian tersebut.
Baca Juga: Polemik LCC 4 Pilar MPR Kalbar, SMAN 1 Sambas tolak final ulang dan desak pemulihan nama baik
Warganet ramai dan serukan boikot
Kasus ini turut memicu reaksi warganet yang membanjiri akun media sosial Pagi Sore. Sebagian mempertanyakan proses verifikasi sebelum unggahan tuduhan dilakukan.
Namun, ada pula warganet yang menyerukan boikot terhadap restoran tersebut meski pihak manajemen telah menyampaikan permintaan maaf.***