GENMILENIAL.ID – Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan dugaan kasus penggelapan dana Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang melibatkan mahasiswi Universitas Airlangga (Unair) berinisial YIP.
Kasus ini menyita perhatian publik lantaran nominal kerugian yang disebut mencapai Rp97 juta.
Dana tersebut diketahui berasal dari iuran mahasiswa penerima KIP-K yang dihimpun melalui organisasi mahasiswa (ormawa).
Dugaan penyelewengan ini mencuat setelah akun Instagram @unairjournal mengungkap kronologi kasus tersebut dan menjadi viral di berbagai platform.
“Tindakan YIP, (pengurus) ormawa penerima KIP-K periode 2025-2026, yang menggelapkan dana hingga Rp97 juta, adalah sebuah pengkhianatan yang sangat bejat,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
YIP diketahui menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) dalam organisasi Airlangga University Bidik Misi Organization (AUBMO).
Posisi tersebut membuatnya memiliki akses langsung terhadap pengelolaan dana organisasi, termasuk iuran mahasiswa penerima KIP-K.
Iuran mahasiswa dari empat angkatan
Berdasarkan informasi yang beredar, YIP merupakan mahasiswa Program Studi D4 Manajemen Perkantoran Digital Fakultas Vokasi Unair angkatan 2023.
Ia diduga menyelewengkan dana yang berasal dari iuran mahasiswa penerima KIP-K dari empat angkatan aktif.
Iuran tersebut sebelumnya dikumpulkan secara rutin setiap akhir semester.
Awalnya, dana ini diperuntukkan untuk kebutuhan operasional organisasi serta mendukung program kesejahteraan mahasiswa penerima bantuan pendidikan.
Artikel Terkait
KPK ungkap peran bos Maktour Travel di kasus dugaan korupsi kuota haji era Menag Yaqut
Kelompok pegiat anti korupsi soroti dugaan pengaburan fakta kasus tambang Tumpang Pitu, singgung Azwar Anas
Pledoi Amsal jadi sorotan, videografer bantah korupsi proyek desa dan minta dibebaskan
Nasib Dadan Hindayana berubah drastis dalam 3 hari: Baru pulang haji, jabatan dicopot, lalu jadi tersangka korupsi
3 Mantan pentolan BGN terjerat skandal korupsi, ribuan motor listrik SPPG senilai Rp1 triliun dinilai masih buram nasibnya
Skandal korupsi Chromebook yang jerat Nadiem Makarim: JPU tolak semua pledoi di sidang replik
Mahfud MD beberkan alasan sebut hukuman mati dalam kasus dugaan korupsi Dadan Hindayana: Kejahatan luar biasa dan terus berulang