Ia menegaskan bahwa apabila pembayaran dilakukan secara tunai, kemungkinan besar akan lebih sulit membuktikan transaksi tersebut.
“Bayangkan kalau kami bayar cash dan struknya tidak ketemu,” ungkapnya.
Baca Juga: ESAI: Peran jurnalis dalam perkembangan sastra Indonesia
Pagi sore akui miskomunikasi
Pihak Restoran Pagi Sore kemudian memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.
Manajemen menyebut peristiwa itu murni terjadi karena miskomunikasi dan bukan unsur kesengajaan.
“Kejadian ini murni karena miskomunikasi dan bukan unsur kesengajaan,” ujar perwakilan Pagi Sore.
Pihak restoran juga berharap hubungan baik dengan pelanggan tetap terjaga setelah kejadian tersebut.
Baca Juga: Polemik LCC 4 Pilar MPR Kalbar, SMAN 1 Sambas tolak final ulang dan desak pemulihan nama baik
Warganet ramai dan serukan boikot
Kasus ini turut memicu reaksi warganet yang membanjiri akun media sosial Pagi Sore. Sebagian mempertanyakan proses verifikasi sebelum unggahan tuduhan dilakukan.
Namun, ada pula warganet yang menyerukan boikot terhadap restoran tersebut meski pihak manajemen telah menyampaikan permintaan maaf.***
Artikel Terkait
2 Kasus pelecehan turis di Indonesia saat merayakan tahun baru di kota wisata
Fakta di balik maraknya pelecehan turis di Bali yang diungkap media asing
5 Fakta terkini geng Rusia diduga culik turis WNA di Bali, salah satunya sempat paksa korban transfer kripto Rp3,4 miliar!
Pemilik akun TikTok klarifikasi soal struk restoran diduga kenakan biaya royalti musik
Viral! Turis Mesir diduga minta ganti rugi Rp28,4 miliar usai digigit ular di hotel Lombok
Bidik PAD Rp1,045 triliun di 2026, Bapenda Subang fokus garap pajak restoran hingga pabrik baru
Viral petinju lokal cekik turis Rusia di Bali, diduga bikin onar hingga ganggu warga