"Nggak (kritis), patah tangan saja," ujarnya.
Menurutnya, dugaan sementara kedua korban melompat dari lantai 4 karena ingin melarikan diri.
Baca Juga: Diduga halangi ambulans di tol Serpong, sopir mobil dinas tuai sorotan usai respons emosional
"Untuk informasi sementara, orang itu katanya nggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4," jelasnya.
Majikan disebut galak
Polisi juga menerima keterangan dari saksi yang menyebut kedua korban merasa tidak nyaman bekerja karena sikap majikan.
"Ada saksi yang lain yang ngomongin bahwa mereka itu nggak betah karena majikannya sadis gitu atau sadis katanya," kata Roby.
"Sadis itu nggak tahu ya gimana kata-katanya ya. Nggak ngomong suka disiksa, tapi galak," tambahnya.
Baca Juga: Pria di Jember diduga beli motor Rp26 juta pakai uang palsu, modus campur duit mainan
Majikan dan agen penyalur diperiksa
Pihak kepolisian telah memeriksa majikan korban untuk mendalami kasus tersebut.
Namun, hasil pemeriksaan belum diungkap secara rinci karena penanganan perkara juga melibatkan Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Selain itu, agen penyalur PRT juga turut dipanggil untuk dimintai keterangan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, menyatakan langkah ini penting untuk mengungkap fakta secara utuh.
Baca Juga: Mobil MBG datang sore di SMA Sigi, guru tegas menolak pembagian ke siswa