Helikopter PK-CFX jatuh di perbukitan Kalbar, 8 orang tewas usai evakuasi dramatis semalaman

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 17 April 2026 | 20:52 WIB
Menyoroti insiden kecelakaan Helikopter PK-CFX yang dilaporkan terjatuh di kawasan perbukitan Sanggau, Kalimantan Barat (Instagram.com/@kalbarkeras.id)
Menyoroti insiden kecelakaan Helikopter PK-CFX yang dilaporkan terjatuh di kawasan perbukitan Sanggau, Kalimantan Barat (Instagram.com/@kalbarkeras.id)

GENMILENIAL.ID - Insiden jatuhnya helikopter Airbus H130 registrasi PK-CFX di wilayah perbukitan Kalimantan Barat menghebohkan publik.

Seluruh kru dan penumpang yang berjumlah 8 orang dilaporkan meninggal dunia setelah proses evakuasi dramatis yang berlangsung hingga Jumat pagi 17 April 2026.

Peristiwa ini bermula saat helikopter tersebut lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Manukung, Kabupaten Melawi, pada Kamis (16 April 2026) pukul 07.34 WIB.

Namun, di tengah perjalanan, helikopter dilaporkan hilang kontak.

Baca Juga: 33 HP dimusnahkan, Kalapas Gatot tegas: Lapas Subang harus bersih dari HP, pungli, dan narkoba

Informasi jatuhnya helikopter kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.

Salah satunya melalui unggahan akun Instagram @kalbarkeras.id yang menyebutkan bahwa helikopter ditemukan di kawasan perbukitan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.

“Helikopter hilang kontak ditemukan jatuh di Sekadau-Kalbar, evakuasi terkendala lokasi ekstrem,” tulis unggahan tersebut, Jumat 17 April 2026.

Evakuasi sulit di medan ekstrem

Tim SAR Gabungan langsung bergerak melakukan pencarian sejak Kamis. Namun, medan yang terjal dan berada di puncak bukit menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.

Baca Juga: Tunjangan reses DPRD Subang bukan Rp13 juta, ini penjelasan lengkap soal pajak dan nilai bersih

Kepala Kantor SAR Kelas A Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa proses evakuasi korban berlangsung cukup lama karena kondisi lokasi yang sulit dijangkau.

“Proses evakuasi dimulai dengan pengangkatan korban dari puing-puing helikopter yang berhasil diselesaikan pada pukul 22.00 WIB,” ujarnya, Jumat 17 April 2026.

Setelah itu, tim melanjutkan proses penurunan jenazah dari lokasi jatuhnya helikopter menuju posko lapangan SAR gabungan yang berada di bawah bukit.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X