GENMILENIAL.ID – Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI resmi mundur dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab atas tindakan oknum BAIS yang terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS.
Penyerahan jabatan tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah dalam konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu 25 Maret 2026.
“Sebagai pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Ka BAIS,” ujar Aulia.
Baca Juga: Kepala BGN tantang SPPG sajikan menu MBG bintang 5, harga bahan tetap Rp10 ribu
Namun demikian, hingga saat ini TNI belum mengumumkan sosok pengganti Kepala BAIS TNI yang sebelumnya dijabat oleh Letjen TNI Yudi Abrimantyo.
Tanggung jawab atas kasus oknum BAIS
Pengunduran diri ini menjadi sorotan publik karena berkaitan langsung dengan kasus kekerasan terhadap aktivis, yang melibatkan oknum dari internal BAIS.
Langkah tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab institusional atas peristiwa yang mencoreng citra TNI.
Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS sebelumnya menuai kecaman luas dari berbagai pihak, mengingat tindakan tersebut dinilai melanggar hukum dan hak asasi manusia.
Baca Juga: Terungkap, Vidi Aldiano sempat tampil saat masih terpasang infus, ditutupi sarung tangan
TNI tegaskan komitmen penegakan hukum
Di sisi lain, TNI juga menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap prajurit yang terbukti melanggar hukum.
Hal itu disampaikan usai rapat bersama Kementerian Pertahanan yang membahas revitalisasi internal TNI.
Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta jajaran pejabat tinggi lainnya.