Ia mengklaim telah mengumpulkan bukti langsung dari sumber utama.
“Nanti saya bagian termasuk soal Fufufafa dan pendidikan yang di Sydney, karena saya yang datang langsung ke tempat primary evidence-nya dan mendapatkan semua bukti,” kata Roy.
Ia juga menegaskan masih banyak bukti yang belum diungkap ke publik dan belum dituangkan dalam wawancara maupun pernyataan terbuka.
Buku akan disatukan dengan bagian dokter Tifa
Selain Roy dan Rismon, dokter Tifa juga disebut akan menulis bagian tersendiri.
Nantinya, seluruh bagian tersebut direncanakan akan digabungkan menjadi satu kesatuan buku Gibran’s Black Paper.
“Dokter Tifa juga akan membuat bagiannya, nanti kami jadikan satu,” ujar Roy menambahkan.
Sementara itu, bagian buku yang ditulis Rismon Sianipar telah lebih dulu dicetak dan beredar dengan judul Gibran End Game.
Draft buku pernah dipamerkan di Polda Metro Jaya
Nama Gibran’s Black Paper sebelumnya sempat mencuat ke publik saat Rismon Sianipar menunjukkan draft buku tersebut ketika hadir di Polda Metro Jaya pada 13 November 2025 lalu.
Dalam kesempatan itu, Rismon menyebut draft buku tersebut akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat.
Ia juga menegaskan keyakinannya bahwa Gibran tidak lulus SMA, yang menurutnya menjadi substansi utama buku tersebut.***