Sebagai upaya meminimalkan risiko, warga kemudian menambahkan tali yang dibentangkan dari satu sisi sungai ke sisi lainnya.
Baca Juga: 10 Jam jalan kaki demi sembako, warga Bonan Dolok Tapteng bertaruh tenaga di tengah desa terisolasi
Tali itu dijadikan pegangan saat menyeberang, meski tetap jauh dari kata aman.
Jembatan rusak belum tersentuh perbaikan
Hingga Kamis, 18 Desember 2025, belum terlihat adanya perbaikan jembatan yang rusak akibat banjir bandang tersebut.
Akibatnya, warga hanya bisa mengandalkan peralatan seadanya demi tetap terhubung dengan wilayah luar desa.
“Jembatan belum ada perbaikan,” tulis akun tersebut.
Dalam salah satu cuplikan video, tampak seorang warga dengan susah payah menaiki sebatang bambu sebelum akhirnya memegang erat tali untuk menyeberangi sungai.
Bambu digunakan sebagai pijakan awal agar tubuh tetap seimbang sebelum masuk ke arus sungai.
Sayangnya, minimnya peralatan keselamatan membuat cara ini tetap berisiko tinggi.
Arus sungai yang deras sewaktu-waktu bisa berubah dan membahayakan siapa pun yang menyeberang.
Warga harap perhatian dan akses segera dipulihkan
Kondisi ini menjadi gambaran nyata betapa beratnya kehidupan warga di desa-desa terdampak bencana.