Akses jembatan terputus pascabanjir bandang, warga Bireuen bertaruh nyawa seberangi sungai pakai tali dan bambu

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 19 Desember 2025 | 09:31 WIB
Menyoroti cerita warga desa di Bireuen, Aceh yang terdampak bencana banjir bandang, kini menyeberangi sungai dengan peralatan seadanya (Instagram.com/@babang.amien)
Menyoroti cerita warga desa di Bireuen, Aceh yang terdampak bencana banjir bandang, kini menyeberangi sungai dengan peralatan seadanya (Instagram.com/@babang.amien)

GENMILENIAL.ID — Derita warga pascabanjir bandang masih dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Hingga pertengahan Desember 2025, akses transportasi di Desa Kuba Hitam, Kecamatan Bale Panah, dilaporkan masih terputus akibat jembatan yang rusak dan belum tersentuh perbaikan.

Kondisi memprihatinkan itu terungkap melalui video yang beredar di media sosial.

Dalam unggahan akun Instagram @babang.amien pada Kamis, 18 Desember 2025, tampak warga terpaksa menyeberangi sungai dengan cara seadanya demi melanjutkan aktivitas harian mereka.

Baca Juga: Meski dua tahun bercerai, Shandy Aulia dan David Herbowo tetap kompak dampingi sang putri di momen penting

“Akses di sebuah desa Kuba Hitam terputus,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

Putusnya jembatan akibat terjangan banjir bandang akhir November 2025 lalu membuat warga berada dalam situasi serba sulit.

Sungai yang menjadi satu-satunya jalur penghubung kini berubah menjadi ancaman keselamatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan perempuan.

Bertaruh nyawa menyeberangi sungai deras

Dalam video yang beredar, terlihat warga harus bertaruh nyawa saat menyeberangi sungai dengan arus yang cukup deras.

Baca Juga: Pasangan di Aceh Tamiang tetap menikah di pengungsian, Arie Untung jadi saksi tak terduga di tengah sisa banjir

Awalnya, warga hanya memanfaatkan ban bekas sebagai alat bantu untuk menyeberang dari satu sisi ke sisi lainnya.

Namun, cara tersebut dinilai sangat berisiko. Selain sulit dikendalikan, ban bekas rawan terseret arus sungai yang meningkat akibat cuaca yang belum sepenuhnya stabil.

“Warga awalnya hanya bisa menyeberangi sungai melalui ban, sekarang sudah pakai tali,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X