Selain menghambat aktivitas ekonomi, akses yang terputus juga menyulitkan warga untuk mendapatkan layanan pendidikan, kesehatan, dan distribusi logistik.
Warga Desa Kuba Hitam berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan melakukan perbaikan jembatan.
Baca Juga: Ringankan beban ojol, Polres Subang sediakan Makan Siang Gratis setiap hari kerja
Pemulihan akses dinilai sangat mendesak agar keselamatan warga terjamin dan roda kehidupan dapat kembali berjalan normal.
Situasi di Bireuen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dampak bencana tidak berhenti saat air surut.
Bagi warga di wilayah pedalaman, perjuangan justru dimulai setelahnya, ketika infrastruktur rusak dan bantuan belum sepenuhnya menjangkau.***
Artikel Terkait
Terisolir pascabanjir, warga Bonan Dolok Tapteng jalan kaki dan seberangi sungai demi jemput bantuan logistik
Tanpa bangku dan kursi, anak-anak pengungsi di Aceh Tengah tetap belajar di sekolah darurat pascabanjir
Forum JPP Promedia bahas penanganan bencana Sumatera, Anggota Task Force ISI soroti peran TNI
Tinggalkan lokasi bencana di Aceh Tamiang, influencer Vilmei terisak dikuatkan warga: Jangan nangis, kami bahagia
Durian murah pascabanjir, petani Tapanuli Tengah harus seberangi sungai dan jalan longsor demi bertahan hidup
10 Jam jalan kaki demi sembako, warga Bonan Dolok Tapteng bertaruh tenaga di tengah desa terisolasi
Pasangan di Aceh Tamiang tetap menikah di pengungsian, Arie Untung jadi saksi tak terduga di tengah sisa banjir