Akui salah pilih kata
Dewa secara khusus meminta maaf atas penggunaan kata 'enjoy' yang disampaikannya saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kondisi kabut asap.
“Pertama, saya minta maaf kepada masyarakat Kota Palembang kalau ucapan saya soal ‘enjoy’ kemarin menyinggung atau membuat masyarakat merasa saya tidak peduli. Saya paham kondisi sekarang tidak mudah,” ungkap Dewa.
Ia menegaskan bahwa tidak ada maksud untuk menyatakan dirinya senang atau menikmati kondisi kabut asap yang tengah dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Kronologi rumah dinas TNI digerebek, 11 orang diamankan terkait dugaan judol
“Kabut asap ini berdampak ke masyarakat, terutama kesehatan anak-anak dan warga kita. Jadi, tidak ada maksud saya untuk mengatakan bahwa saya senang atau menikmati kondisi seperti ini. Sama sekali tidak,” lanjutnya.
Menurut Dewa, maksud dari pernyataannya adalah mengenai sikap seorang pemimpin ketika menghadapi situasi sulit.
Ingin tunjukkan sikap tenang
Dewa menjelaskan, seorang pemimpin menurutnya harus tetap tenang ketika menghadapi persoalan agar dapat mengambil keputusan dengan baik.
Baca Juga: Putusan MK soal ijazah Gibran disorot, PDIP dorong DPR ambil langkah
“Yang saya maksud, dalam menghadapi situasi seperti ini, seorang pemimpin harus tetap tenang, jangan ikut panik, supaya bisa berpikir dan mengambil keputusan dengan baik,” tambahnya.
Meski begitu, Dewa mengakui bahwa pemilihan kata dalam pernyataan tersebut kurang tepat dan kemudian menimbulkan kontra di tengah masyarakat.
“Tapi saya akui, mungkin pilihan kata saya kurang tepat. Untuk itu saya mohon maaf. Yang jelas, saya tetap peduli dan kami di Pemerintah Kota Palembang akan terus bekerja untuk menangani persoalan ini dan melindungi masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya, pernyataan mengenai 'enjoy' itu disampaikan Dewa ketika menjawab pertanyaan wartawan soal apakah dirinya mengalami sesak napas akibat kondisi kabut asap.
Baca Juga: Tiga siswa MA Negeri 1 Subang dapat sepeda dari Kapolres, ini pesannya
Artikel Terkait
Akses sulit karhutla di Bukit Peramas Taman Nasional Gunung Palung Kalbar: Petugas basahi area sekitar kebakaran, halau api merembet lebih luas
4.987 Warga di Pekanbaru derita ISPA, buruknya kualitas udara imbas asap karhutla jadi penyebabnya
Ramai unggahan warga Kalsel keluhkan kabut asap karhutla makin tebal: Sudah berbulan-bulan hirup asap setiap hari
Karhutla melanda Kalimantan, siswa Kaltim hingga Kalbar masih menanti sekolahnya kembali dibuka
Karhutla Kalsel meluas, kobaran api menyala di dekat RSJ Sambang Lihum
Kemenkes: 40 Ribu balita di wilayah terdampak karhutla terkena ISPA
17 Ribu kasus ISPA Palembang imbas kabut asap karhutla: Paru-paru jadi taruhan