Akses sulit karhutla di Bukit Peramas Taman Nasional Gunung Palung Kalbar: Petugas basahi area sekitar kebakaran, halau api merembet lebih luas

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 21 September 2026 | 14:00 WIB
Tim Pemadam Gabungan ungkap sempat alami kendala saat pemadaman karhutla di Kayong Utara, Kalimantan Barat (Threads/asrulputrananda)
Tim Pemadam Gabungan ungkap sempat alami kendala saat pemadaman karhutla di Kayong Utara, Kalimantan Barat (Threads/asrulputrananda)

GENMILENIAL.ID – Petugas pemadam masih berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bukit Peramas, Taman Nasional Gunung Palung, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Selain medan yang sulit dijangkau, petugas juga kesulitan mendapatkan sumber air karena lokasinya cukup jauh.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman tidak bisa dilakukan dengan mudah. Petugas bahkan harus melakukan cara lain untuk mencegah api merambat lebih luas ke area di sekitarnya.

Baca Juga: Dua rumah terbakar di Cinangsi Subang, Kapolsek Cibogo turun langsung berikan bantuan sembako

Tujuh hari petugas berjibaku padamkan api

Petugas dari tim gabungan telah melakukan pemadaman di kawasan Bukit Peramas selama sekitar tujuh hari.

Salah satu petugas pemadam dari Tim Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Nasir, mengungkapkan kondisi tersebut dalam video yang diunggah akun Threads @awigati pada Minggu, 20 September 2026.

“Masih dalam kondisi yang sama, kurang lebih 7 hari sudah kami melakukan pemadaman di hutan yang terbakar di Taman Nasional Gunung Palung,” ujar Nasir.

Baca Juga: Detik-detik penyelam Basarnas Special Group pecahkan kaca Virgo Transport 8, evakuasi korban dari badan kapal yang karam

Menurut dia, kebakaran terjadi di sejumlah titik sehingga petugas harus melakukan pemadaman secara mekanis.

“Kebakaran ini sudah di mana-mana, jadi kita lakukan pemadaman mekanis, mohon doanya semoga bisa tuntas,” tambahnya.

Kawasan Bukit Peramas sebelumnya juga dipantau langsung Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan pada Minggu, 20 September 2026.

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus mengetahui kendala yang membuat api belum cepat dipadamkan.

Baca Juga: Viral pembubaran ibadah jemaat GKPI di Rajeg Tangerang, warga marah pertanyakan izin sambil bawa sajam

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X