Bahan baku MBG yang busuk diduga jadi penyebab kasus keracunan di daerah, berujung ribuan SPPG disetop

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 18 September 2026 | 17:14 WIB
Menyoroti kasus keracunan akibat dugaan menu MBG yang tidak layak konsumsi di sejumlah daerah, hingga berujung pemberhentian SPPG (Dok. BGN)
Menyoroti kasus keracunan akibat dugaan menu MBG yang tidak layak konsumsi di sejumlah daerah, hingga berujung pemberhentian SPPG (Dok. BGN)

Salah satunya dilaporkan terjadi di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Sebanyak 193 siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG.

Kasus serupa juga dilaporkan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 352 siswa dari sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Batukliang dilaporkan mengalami keluhan seperti muntah-muntah dan pusing setelah mengonsumsi MBG.

Sementara itu, laporan gangguan kesehatan juga muncul di Sidoarjo, Jawa Timur. Sebanyak 748 santri dan pelajar dari 19 sekolah di kawasan Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, mengalami keluhan kesehatan setelah pelaksanaan MBG di sekolah mereka.

Baca Juga: Kasus hilangnya 5 jurnalis di Selat Sunda: Sisir lokasi dihentikan usai 10 hari pencarian

Berbagai laporan tersebut membuat kualitas makanan dan pengawasan dapur MBG kembali menjadi perhatian.

BGN menyatakan pemeriksaan terhadap SPPG terus dilakukan secara bertahap, sementara dapur yang tidak memenuhi standar dapat dikenai penghentian operasional.

Di sisi lain, Sudaryono menekankan bahwa kualitas bahan baku menjadi bagian yang tidak dapat diabaikan dalam penyediaan makanan MBG.

Sebab, menurutnya, proses pengolahan yang dilakukan sesuai prosedur tetap tidak dapat mengatasi persoalan apabila bahan makanan yang digunakan sejak awal sudah dalam kondisi rusak.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X