Debit air menyusut 60 persen, Perumda Tirta Rangga Subang waspadai pasokan untuk 2.500 pelanggan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 17 September 2026 | 16:06 WIB
Direktur Utama Perumda Tirta Rangga Subang Lukman Nurhakim bersama jajaran saat meninjau UPA Tanjungsiang, Kamis 17 September 2026 (Dok. Istimewa)
Direktur Utama Perumda Tirta Rangga Subang Lukman Nurhakim bersama jajaran saat meninjau UPA Tanjungsiang, Kamis 17 September 2026 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – Debit air baku Sungai Cikembang dan Citombe yang menjadi sumber pengolahan UPA Tanjungsiang mengalami penurunan hingga sekitar 60 persen dalam tiga bulan terakhir.

Perumda Air Minum Tirta Rangga Subang meningkatkan kewaspadaan untuk menjaga kontinuitas pasokan bagi sekitar 2.500 pelanggan.

Kondisi tersebut terpantau saat jajaran Perumda Tirta Rangga Subang meninjau Unit Pengolahan Air (UPA) Tanjungsiang di Desa Buniara, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang.

UPA Tanjungsiang mengandalkan air baku dari Sungai Cikembang dan Citombe.

Baca Juga: DPRD Subang bahas RAPBD 2027, anggaran jalan capai Rp181,4 miliar

Unit tersebut memiliki kapasitas pengolahan maksimal sekitar 30 liter per detik untuk melayani kebutuhan air pelanggan di Kecamatan Tanjungsiang dan wilayah sekitarnya.

“Sekitar 2.500 pelanggan sangat bergantung kepada kontinuitas dan kondisi air dari sungai yang kami olah,” ujar Direktur Utama Perumda Tirta Rangga Subang Lukman Nurhakim dalam keterangannya, Kamis 17 September 2026. 

Debit sungai turun drastis

Lukman mengatakan, penurunan debit sungai cukup terasa dalam tiga bulan terakhir. Meski demikian, kondisi sumber air saat ini masih memungkinkan proses produksi tetap berjalan.

“Alhamdulillah masih bisa mencukupi untuk produksi, tetapi memang pas-pasan. Jadi kami harus betul-betul memaksimalkan pengolahan, termasuk mengantisipasi kebocoran,” katanya.

Baca Juga: Di balik momen pencopotan Purbaya, ada pilu istrinya yang mendadak diminta jemput ke kantor

Kondisi debit yang terbatas membuat pengelolaan distribusi air harus dilakukan secara lebih ketat. Kebocoran sekecil apa pun berpotensi memengaruhi kontinuitas pelayanan kepada ribuan pelanggan.

Karena itu, operator di UPA Tanjungsiang diminta meningkatkan kewaspadaan dan memastikan seluruh proses produksi berjalan optimal di tengah keterbatasan debit sumber air.

Perumda Tirta Rangga Subang juga mengantisipasi kemungkinan kondisi yang lebih serius apabila dalam dua bulan ke depan hujan belum turun dan debit sungai terus mengalami penurunan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X