GENMILENIAL.ID - Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengungkap keresahannya terkait pengurusan 16 ribu hektare tanah yang telah diusulkan untuk sertifikasi dan redistribusi kepada petani, tetapi hingga kini belum mendapat hasil.
Keluhan itu disampaikan Sherly saat mengikuti rapat bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 15 September 2026.
Dalam forum tersebut, Sherly menyebut usulan lahan itu telah disampaikan sejak akhir 2025 melalui Kanwil BPN kepada Kementerian ATR BPN.
Baca Juga: Momen haru relawan di Kalbar, saksikan hujan turun usai berjuang melawan amukan karhutla
16 Ribu hektare TORA belum ada hasil
Sherly menjelaskan, dari total potensi lahan sekitar 24.500 hektare yang telah diverifikasi, sebanyak 16 ribu hektare dinyatakan sudah clear untuk diusulkan.
Namun, setelah proses pengusulan tersebut berjalan hampir setahun, pemerintah daerah Maluku Utara belum menerima hasil sebagaimana yang diharapkan.
"Kami sudah mengusulkan sejak akhir 2025, dari 24.500, kami sudah verifikasi dan sudah clear 16.000 hektar," kata Sherly dalam rapat.
"Diusulkan lewat Kanwil BPN kepada Kementerian ATR BPN, tetapi saat ini belum ada hasilnya," sambungnya.
Baca Juga: Nilai investasi Subang capai Rp18 triliun, Kajari tegaskan jangan ganggu investasi
Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dari Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda yang memimpin jalannya rapat.
Rifqinizamy memastikan kembali kepada Sherly apakah pengajuan lahan tersebut memang sudah berlangsung selama sekitar satu tahun tanpa kepastian.
"Jadi satu tahun Ibu sudah mengajukan, belum ada kepastian sampai hari ini?" tanya Rifqi.
"Iya," jawab Sherly.
Artikel Terkait
Ratusan petani Desa Manyingsal geruduk kantor BPN Subang, ada apa?
Menteri ATR BPN Nusron Wahid lakukan kunjungan silaturahim ke PP Muhammadiyah, ini yang dibahas
Momen Dedi Mulyadi curhat ke Gubernur Malut Sherly Tjoanda, ungkap konflik semasa jadi Bupati Purwakarta
Pulau kecil Bali-NTB diduga jatuh ke tangan asing, Menteri ATR BPN: Kepemilikan oleh WNA tak boleh terjadi di republik ini
Kasus sengketa tanah Jusuf Kalla, Menteri ATR BPN sebut momentum pembenahan sistem pertanahan
Viral keluhan siswi Malut soal jalur ekstrem ke sekolah, minta dibangunkan jembatan ke Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos
Siapa Gus Arif? Orang dekat Nusron Wahid yang diduga jadi pengepul duit pertanahan di ATR BPN