Dokter RSCM pastikan siswi Karo yang diduga keracunan MBG tak hilang ingatan: Memori jangka pendek dan panjangnya baik

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 17 September 2026 | 20:22 WIB
Momen Kepala BGN menjenguk siswa korban keracunan MBG di Berastagi, Karo, Sumatera Utara pada pertengahan Agustus 2026 (Instagram/sudaru_sudaryono - Threads/zumaahmad)
Momen Kepala BGN menjenguk siswa korban keracunan MBG di Berastagi, Karo, Sumatera Utara pada pertengahan Agustus 2026 (Instagram/sudaru_sudaryono - Threads/zumaahmad)

GENMILENIAL.ID - Dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) memastikan siswi asal Karo, Sumatera Utara, yang diduga menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengalami gangguan fungsi otak maupun kehilangan ingatan hingga 70 persen.

Kepastian tersebut disampaikan setelah tim dokter RSCM melakukan pemeriksaan terhadap salah satu dari dua siswi yang dirujuk untuk menjalani perawatan sejak Sabtu, 12 September 2026.

Sebelumnya, muncul informasi bahwa salah satu siswi mengalami gangguan fungsi otak hingga disebut kehilangan ingatan sebesar 70 persen. Sementara siswi lainnya disebut mengalami gangguan ginjal.

Baca Juga: Viral komentar Wali Kota Kendari soal warganya yang dilanda krisis BBM: Saya juga pusing!

Namun, pihak RSCM menjelaskan kondisi kedua siswi saat tiba di rumah sakit dalam keadaan stabil. Keduanya juga tidak memerlukan perawatan intensif dan dapat berkomunikasi dengan baik.

“Jadi, kedua pasien datang ke RSCM tidak dalam kondisi memerlukan perawatan intensif. Pasien dapat berkomunikasi dan berkontak dengan baik,” ujar Direktur Medik dan Keperawatan RSCM Renan Sukmawan dalam konferensi pers bersama awak media di RSCM, Rabu, 16 September 2026.

Dokter pastikan tak ada gangguan fungsi otak

Tim dokter kemudian melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap siswi tersebut untuk mengetahui kondisi fungsi otaknya.

Pemeriksaan dilakukan melalui wawancara dengan siswi dan keluarga, serta mempertimbangkan data-data dari perawatan sebelumnya.

Baca Juga: Diduga sengaja dibakar, heboh kebakaran di lahan samping Mall 23 Semarang

Selain itu, tim dokter melakukan pemeriksaan penunjang menggunakan elektroensefalografi atau EEG.

Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Neurologi Anak, Setyo Handryastuti, menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut tidak menunjukkan adanya gangguan fungsi otak.

“Dari hasil wawancara, pemeriksaan, dan EEG, Insya Allah saya bisa pastikan bahwa tidak ada gangguan fungsi otak pada ananda yang pertama ya (F),” kata Setyo.

Menurutnya, kondisi tersebut membuka peluang bagi siswi untuk kembali menjalani aktivitas seperti biasa setelah proses penanganan dan pemulihan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X