GENMILENIAL.ID — Badan Musyawarah (Bamus) Betawi mengajak semua pihak bersama-sama menjaga Jakarta tetap aman dan damai.
Ajakan tersebut disampaikan menyusul beredarnya selebaran yang mengajak masyarakat Pati, Jawa Tengah, melakukan demonstrasi di Jakarta pada 27 Agustus 2026.
Ketua Umum Bamus Betawi Muhammad Rifki atau Bang Eki Pitung menyampaikan imbauan tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.
Baca Juga: Jumat Curhat dan Jumat Berkah Polsek Cibogo, polisi buka ruang dialog bersama warga
Ia mengatakan Bamus Betawi menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, tetapi mengingatkan agar aksi dilakukan secara tertib dan tidak mudah terprovokasi.
Bamus Betawi hormati hak menyampaikan aspirasi
Rifki mengatakan Bamus Betawi sangat terbuka terhadap kegiatan penyampaian aspirasi selama dilakukan dengan niat dan tujuan yang baik.
Menurutnya, menyampaikan pendapat merupakan hak masyarakat yang dilindungi hukum.
"Kita paham yang namanya menyampaikan aspirasi, menyampaikan aksi, itu adalah kebebasan semua menyampaikan hak dan pendapat. Itu dilindungi oleh hukum. Kami dengan senang hati kalau tujuannya baik, menyampaikan aspirasinya dengan niat yang baik," ujar Rifki.
Baca Juga: Gerakan Langit Biru Demokrat tanam pohon di Situ Sukamelang, soroti kelestarian lingkungan
Namun, ia meminta masyarakat Pati yang berencana datang ke Jakarta tidak mudah terpengaruh oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab.
"Tolong jaga diri. Tahan diri masyarakat Pati jangan terpancing kelompok-kelompok yang ingin masuk ke tanah Betawi, ke Jakarta, ingin demo, ingin aksi," imbuhnya.
Respons ajakan demo 27 Agustus
Ajakan tersebut disampaikan Rifki untuk merespons informasi mengenai rencana demonstrasi di Jakarta pada 27 Agustus 2026.
Artikel Terkait
Kerak telor, warisan kuliner Betawi yang terus hidup
Resep membuat kerak telor Betawi yang patut dicoba!
Karya Mat Solar, komedian legendaris yang kini wafat: Dari teater Betawi hingga main film Warkop DKI
Kemungkinan jumlah korban kiai cabul di Pati bertambah, polisi buka posko pengaduan
Fakta anyar skandal pencabulan di Ponpes Ndholo Kusumo Pati: Santriwati diduga terpaksa 'layani' pengasuhnya 10 kali
Polisi beberkan penyebab kasus pencabulan di Ponpes Ndholo Kusumo Pati baru diusut meski korban melapor sejak 2024
Kolaborasi hexahelix di Pati, sistem ekraf terintegrasi dorong daya saing UMKM