Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada perlakuan istimewa ataupun konflik kepentingan dalam penanganan perkara ini.
“Proses penyidikan harus menjunjung tinggi kesamaan kedudukan di dalam hukum sebagaimana diamanatkan konstitusi Pasal 27 Ayat 1, tidak boleh ada konflik kepentingan, perlakuan istimewa, atau intervensi yang dapat mengurangi independensi penyidikan,” sambungnya.
Menurutnya, independensi penyidikan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
“Dalam kasus ini, apabila penyidik menemukan unsur tindak pidana, Ditres PPA-PPO harus memastikan proses penanganan sesuai,” tambahnya.
Perbedaan versi polisi dan keluarga
Sebelumnya, Winda Lorenza Gowasa ditemukan meninggal dunia di kamar mandi sebuah rumah di Kompleks Perumahan Bumi Asri, Kota Medan pada Senin 3 Agustus 2026.
Pihak kepolisian menyebut korban meninggal dunia akibat bunuh diri menggunakan senjata api milik Bripka IH yang disimpan di dalam tas.
Menurut penyelidikan, korban diduga mengambil senjata tersebut secara diam-diam saat pemiliknya sedang beristirahat dan melakukan aksinya di kamar mandi.
Hasil autopsi yang diungkap pihak kepolisian menyebut penyebab kematian adalah tembakan di kepala dan tidak ditemukan tanda kekerasan lain.
Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh pihak keluarga yang melaporkan dugaan pembunuhan setelah menemukan sejumlah kejanggalan, termasuk luka lebam dan memar di tubuh korban.
Perbedaan versi inilah yang memicu desakan agar penyelidikan dilakukan secara lebih mendalam, transparan, dan objektif.
Kasus ini pun menjadi perhatian luas publik sekaligus menguji komitmen aparat dalam menegakkan hukum secara adil tanpa pandang bulu.***
Artikel Terkait
Divonis 6 tahun kasus kematian dosen Untag, AKBP Basuki kabur hindari wartawan hingga borgol lepas
Baru nikah 15 hari, istri tuntut kejelasan polisi ihwal kematian sang suami saat penangkapan DPO curanmor di Lampung
Kabar wafatnya dr. Adrian Rantung picu sorotan di medsos, akankah penyebab kematian dokter PPDS Manado itu diusut tuntas?
Hanya dalam 3 bulan, ada misteri kematian 3 dokter yang kini hebohkan jagat medsos dengan isu bullying di baliknya
Misteri kematian kepala SPPG di Bandung tuai sorotan, diduga akibat tekanan kerja hingga gejolak batin
Meski tak ada jejak kekerasan, polisi tetap lakukan visum untuk dalami penyebab kematian jubir Otorita IKN
Tak hanya bekas tembakan di kepala, keluarga ungkap tubuh Winda Lorenza punya luka memar hingga goresan