Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menilai minimnya CCTV menjadi titik lemah dalam sistem pengamanan waduk.
Baca Juga: 261 Pegawai BGN dipecat, ada yang diduga gegara terlibat judi online hingga ngentit duit
Ia menyoroti peran pengelola waduk yang dinilai belum maksimal dalam menyediakan sistem pengawasan.
“Ini titik lemah PJT II, ini bendungan yang menjamin keselamatan warga di Bekasi, Karawang, sampai Jakarta. Masa objek vital enggak ada CCTV-nya? Bahkan harus ada command center biar ada yang mengawasi 24 jam,” tegas Dedi.
Ia juga mendorong adanya peningkatan fasilitas keamanan, termasuk pemasangan CCTV yang lebih merata serta sistem pemantauan terpadu untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Baca Juga: Usutan penyebab wafatnya penjaga rumah Febrie Adriansyah kian rumit, TKP kini diklaim telah rusak
Polisi periksa saksi dan dalami kasus
Dalam proses penyelidikan, Polres Purwakarta telah memeriksa sedikitnya 15 orang saksi.
Polisi juga terus mengumpulkan barang bukti serta mendalami berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan korban.
Dedi Mulyadi pun menanyakan langsung optimisme aparat dalam mengungkap kasus tersebut.
“Yang jelas, optimis bisa tangkap pelakunya ya?” tanya Dedi.
“Optimis bisa (diungkap),” jawab pihak kepolisian.
Sementara itu, kasus ini bermula dari penemuan jasad Sumarna di perairan Waduk Jatiluhur pada Jumat, 24 Juli 2026.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam satpam dengan kondisi kedua tangan terborgol.
Artikel Terkait
Viral! oknum satpam diduga aniaya pria berkebutuhan khusus, aksi brutal terekam CCTV
Aksi heroik satpam BRI Ajibarang padamkan minibus terbakar tuai pujian
Buntut video viral satpam pukul pengamen, Pemkab Subang turun tangan hingga kasus berakhir damai
Beredar video dugaan satpam di Bundaran HI dipaksa sujud usai tegur sopir Alphard yang ngaku aparat
Diduga sempat tegur oknum vandalisme, satpam kawasan waduk Jatiluhur ditemukan meninggal dunia di tepian danau
Ngeyel saat ditegur satpam di Bundaran HI, aparat pengemudi Alphard kini diproses propam meski sudah ngaku salah
Heboh di medsos, polisi bantah kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak dan jasadnya hilang