Ia mengaku terpaksa mengungkap kasus ini ke publik demi mendapatkan keadilan bagi anaknya.
“Saya sudah melaporkan kasus anak saya yang dicabuli oleh suami saya, yaitu ayah tiri,” ungkapnya.
Baca Juga: Polisi tetapkan 14 tersangka baru kasus daycare Little Aresha, total kini 27 orang
Sempat lapor ke polisi, kasus disebut mandek
Sang ibu menjelaskan bahwa dirinya telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Garut sejak November 2025.
Tak hanya itu, ia juga sempat menyampaikan langsung kronologi kejadian kepada Bupati Garut pada Februari 2026.
Namun hingga kini, ia mengaku belum mendapatkan kepastian hukum atas laporan tersebut.
“Kasus saya ini belum ada kepastian, apalagi kemajuan,” katanya.
Baca Juga: Dana Rp2,8 miliar diduga tak masuk sistem BSI Anambas, terungkap saat nasabah ajukan kredit lagi
Ia pun kembali berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum agar kasus ini segera ditindaklanjuti.
Belum ada keterangan resmi
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan pencabulan yang terjadi di wilayah Garut tersebut.
Kasus ini pun terus menjadi perhatian publik, terutama terkait perlindungan anak dan penanganan kasus kekerasan seksual di Indonesia.***
Artikel Terkait
Viral dugaan pelecehan di KRL Jakarta Kota–Nambo, korban berani melawan malah disuruh diam penumpang lain
Penumpang KRL pergoki pria sembunyi di bawah peron Stasiun Kebayoran, diduga lakukan pelecehan
Usai viral dijuluki 'Sang Predator', tersangka kasus pelecehan di Ponpes Pati ternyata sempat dilaporkan ke PPA pada 2024
Dugaan kekerasan anak di Pasar Senen Jakpus viral, korban disebut sering dianiaya hingga tidur di teras
Viral dugaan pelecehan dosen UNU Blitar, 15 mahasiswi jadi korban, pelaku dinonaktifkan sementara
7 Dosen UPN Veteran Yogyakarta diperiksa usai dugaan pelecehan, kampus pastikan hak mahasiswa tetap terpenuhi
BSI tegaskan zero tolerance terhadap pelecehan dan perundungan di lingkungan kerja