Beberapa tulisan yang terlihat di antaranya berbunyi 'Gedung ini kami segel', 'Rombak total MBG', hingga 'Audit MBG'.
Aksi tersebut menjadi simbol kekecewaan massa terhadap pelaksanaan program yang dinilai belum berpihak secara optimal kepada penerima manfaat.
Aksi bawa peralatan dapur dan ajak dukungan klakson
Menariknya, dalam aksi ini sejumlah massa juga membawa peralatan dapur seperti panci dan sutil.
Alat-alat tersebut digunakan sebagai bentuk simbolik untuk menyuarakan aspirasi mereka di lokasi aksi.
Dalam imbauan yang beredar melalui akun MBG Watch di media sosial Instagram @mbg.watch, massa juga mengajak masyarakat memberikan dukungan dengan membunyikan klakson bagi pengendara yang melintas di sekitar lokasi aksi.
Baca Juga: 8 Kali WTP berturut-turut, Kang Rey tegaskan ini bukan prestasi tapi alarm evaluasi
“Ayo makin berisik. Bawa panci, sutil, dan struk belanjaan,” demikian bunyi imbauan yang disampaikan dalam unggahan tersebut.
Sorotan anggaran dan pernyataan orator aksi
Dalam orasi yang terekam dan diunggah ulang di media sosial, salah satu peserta aksi menyoroti perbedaan anggaran antara penerima manfaat dengan pengelolaan internal program.
Ia menyebut bahwa penerima manfaat hanya menerima alokasi sekitar Rp8.000 hingga Rp10.000, sementara di sisi lain terdapat dugaan penggunaan anggaran untuk kegiatan lain seperti perjalanan dinas dan fasilitas tertentu.
Baca Juga: Ribuan warga mulai taat pajak, Samsat Subang: Bayar pajak kunci jalan mulus
“Itu ratusan juta per hari. Maka hari ini, kami ingin menyegel gedung BGN sebagai bentuk kekecewaan kami,” ujar orator dalam video tersebut.
Sebagai informasi, BGN saat ini dipimpin oleh Nanik S. Deyang yang baru dilantik menggantikan Dadan Hindayana pada 8 Juni 2026.
Artikel Terkait
Deret kontroversi Dadan Hindayana selama jadi kepala BGN usai kini ditetapkan jadi tersangka korupsi
Muncul perdana jadi kepala BGN, Nanik S. Deyang tegaskan latar belakang biologi dan peran militer di program MBG
Eks Waka BGN Sony Sonjaya siap jadi justice collaborator, kuasa hukum singgung ada tokoh di lingkaran eksekutif dan legislatif yang terlibat
3 Mantan pentolan BGN terjerat skandal korupsi, ribuan motor listrik SPPG senilai Rp1 triliun dinilai masih buram nasibnya
Mahfud MD ingatkan publik soal dugaan pengadaan IT Rp1,2 triliun BGN usai mantan trio pentolan BGN dibekuk Kejagung
Banyak SPPG umumkan operasional berhenti sampai batas waktu tak tentu karena masalah anggaran, BGN singgung soal dinamika administratif
Investor dapur MBG ngaku ditipu usai setor dana Rp218 miliar, eks Wakil BGN Lodewyk Pusung diduga teken perjanjian