Ia juga memastikan bahwa dalam waktu dekat tidak ada rencana perombakan kabinet.
"Reshuffle? belum ada, belum ada reshuffle," tegasnya.
Pernah didesak mundur oleh mahasiswa
Jika menilik ke belakang, Purbaya memang pernah menghadapi tekanan publik berupa desakan mundur.
Hal itu terjadi saat aksi mahasiswa Universitas Indonesia (UI) di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada 9 September 2025.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan tuntutan rakyat yang dikenal dengan 17+8, sekaligus mengkritik pernyataan Purbaya yang dinilai kontroversial.
Saat itu, Purbaya menyebut tuntutan tersebut hanya datang dari sebagian kecil masyarakat. Pernyataan itu kemudian menuai reaksi keras dari mahasiswa.
Kepala Kajian Strategis BEM UI, Diallo Hujanbiru, menyatakan bahwa pernyataan tersebut mengecewakan publik, terlebih karena disampaikan saat Purbaya baru menjabat sebagai menteri.
Isu muncul di tengah tekanan ekonomi
Munculnya isu mundurnya Menkeu Purbaya juga beriringan dengan tekanan pada kondisi ekonomi nasional.
Baca Juga: Viral vendor roti bongkar kelakuan SPPG di Kota Serang, minta manipulasi harga di nota anggaran MBG
Nilai tukar rupiah dilaporkan melemah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS.
Selain itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga disebut mengalami pelemahan dalam beberapa hari terakhir.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil pastikan keamanan pasokan LPG 3 kg jelang Nataru
Penerimaan pajak neto turun 3,9 persen, DPR sentil Menkeu Purbaya: Ruang fiskal 2026 terancam makin sempit
Menkeu Purbaya akui citra bea cukai terlanjur buruk, minta setahun untuk benahi total
Menkeu Purbaya diminta DPR perketat pengawasan program kementerian lain: Potong anggaran saja tak cukup
Pedagang Gedebage minta Menkeu Purbaya beri solusi nyata usai larangan barang thrifting masuk RI
Menkeu Purbaya pastikan banjir Sumatera tak ganggu pertumbuhan ekonomi nasional
Suami alumni LPDP viral siap kembalikan dana dan bunga, Menkeu Purbaya: Akan kami blacklist