GENMILENIAL.ID - Media sosial dihebohkan dengan kabar seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Maros, Sulawesi Selatan yang ditemukan tewas di Armenia.
Korban berinisial VAT (24 tahun) diduga menjadi korban pembunuhan.
Saat ditemukan, kondisi jasad disebut dalam keadaan tangan terikat dan mulut dilakban, memunculkan dugaan kuat adanya tindak kekerasan.
Informasi ini pertama kali viral setelah diunggah akun Instagram @periasjenazah.gloriaelsa yang menyebut penemuan jasad terjadi pada 15 Juli 2026 di Hotel Regine.
Diduga dibunuh rekan sesama WNI
Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa korban diduga dibunuh oleh orang terdekatnya sendiri yang juga merupakan sesama WNI.
Motif pembunuhan disebut berkaitan dengan dugaan penggelapan dana perusahaan.
“Aku dibunuh oleh rekan kerjaku yang sama-sama WNI juga, motif pembunuhanku karena aku tidak mau turut dalam penggelapan dana perusahaan Rp250 juta dan aku tidak mau membawa kabur uang tersebut,” tulis keterangan dalam video yang beredar, Senin 20 Juli 2026.
“Mereka takut aku buka mulut mereka,” lanjut keterangan tersebut.
Disebutkan pula bahwa pihak kepolisian setempat telah melakukan penyelidikan dan mengamankan sejumlah tersangka terkait kasus ini.
Keluarga minta bantuan pemulangan jenazah
Selain mengungkap kronologi, unggahan viral itu juga berisi permohonan keluarga korban yang ingin jenazah segera dipulangkan ke Indonesia.
Artikel Terkait
Polisi buru sponsor sindikat judol internasional di Jakbar, satu WNI pernah kerja di Kamboja
Akhir cerita 9 WNI yang sempat diringkus pasukan Israel saat menuju Gaza: Pulang dengan bekas pukulan dan setruman
Pilu WNI yang jadi korban penculikan tentara Israel di kapal GSF: Ditendang-disetrum, kalau batuk masih terasa sakit
WNI relawan GSF Hendro Prasetyo bongkar aksi pengecut militer Israel, sebut kebaikan yang terlihat justru jadi penderitaan
Sorotan khusus: Dugaan riset bodong WNI di ISPPD 2026 tuai kritik, kredibilitas ilmuwan RI dipertaruhkan
Kasus WNI tewas di Jepang, pelaku akui sengaja lakukan penusukan
Diduga ikut rekrutmen pekerjaan scam, 2 WNI di Myanmar kini disekap dan minta tolong agar kembali pulang