Namun, calon jemaah tersebut mempertanyakan kebijakan tersebut karena jarak keberangkatan masih cukup lama.
“Kasih waktu kak, kok begini ya? Kayak dikejar-kejar, kemarin DP 3 orang bisa tapi nggak langsung satu minggu harus dilunasin, emang mau bayar apa? Keberangkatan masih lama,” balasnya.
Skema diskon percepatan
Dalam percakapan lanjutan yang diunggah, admin Hanania masih terus mengingatkan terkait pelunasan pada 24 hingga 25 September 2025.
“Sisa DP mau kapan kira-kira kak? Biar nanti finance tanya, aku note. Soalnya finance pasti tanya,” tulis admin dalam pesan lainnya.
Kemudian pada 1 Oktober 2025, pemilik utas menunjukkan bukti transfer sebesar Rp144,5 juta kepada pihak travel.
Baca Juga: Blokade dicabut, dunia masih menahan napas di tengah ketegangan AS-Iran
Dari keterangan yang dibagikan, total pelunasan yang diminta mencapai Rp164,5 juta agar jemaah bisa mendapatkan diskon percepatan.
“Sudah jatuh tempo 1 Oktober 2025 untuk pelunasan diskon percepatan, kalau tidak, diskonnya hangus. Maaf jatuh temponya hari ini, info finance kalau lewat hari ini hangus otomatis by system,” tulis pihak Hanania.
Cara komunikasi admin disorot
Setelah unggahan tersebut viral, banyak warganet menyoroti cara komunikasi admin Hanania yang dinilai kurang tepat kepada calon jemaah.
“Kayak debt collector gitu caranya, kalau saya digituin pasti ku semprot dan nggak jadi DP,” tulis salah satu akun.
Baca Juga: ESAI: Sertifikasi bagi tenaga kependidikan dan guru Al-Qur’an
“Pesan ke customer servicenya nggak banget, kayak ngejar utang. Manajemennya bobrok keliatannya,” timpal pengguna lain.
Artikel Terkait
Mobil travel masuk jurang di Majalengka, 20 penumpang jadi korban, 6 orang meninggal
Cerita korban selamat kecelakaan travel di Majalengka, penumpang sempat teriak minta sopir pelan
Viral travel ugal-ugalan di Tol Purbaleunyi, sopir minta maaf dan ditilang polisi
Pengantin korban penipuan WO Marwah di Bekasi lapor polisi, sebut kerugian capai Rp85,5 juta
Viral dugaan penipuan riset di konferensi internasional, bagaimana bisa lolos seleksi?
Rifaldy Fajar buka suara soal viralnya dugaan penipuan riset, akui catut nama sejumlah kampus tanpa izin: Kami mohon maaf
Kasus Hanania Travel: Penipuan umrah Rp12 miliar, gagal berangkatkan ratusan jemaah sesuai jadwal