Awalnya bersikap baik, berujung kekerasan
Kesaksian serupa juga disampaikan jurnalis Tempo TV, Andre Prasetyo Nugroho. Ia mengaku mengalami penganiayaan saat berada dalam penguasaan tentara Israel.
Baca Juga: Kolaborasi hexahelix di Pati, sistem ekraf terintegrasi dorong daya saing UMKM
Andre menceritakan bahwa awalnya pasukan Israel terlihat bersikap baik saat mengintersepsi kapal GSF di laut.
Namun, situasi berubah drastis ketika para relawan dipindahkan ke kapal militer.
“Everything is okay, it’s fine. Begitu masuk ke kapal gedenya, Bak, Buk! dianggap teroris,” ujarnya menirukan suasana saat itu.
Ia juga melihat salah satu relawan lain dalam kondisi lemah akibat kekerasan yang diterima.
Kekerasan disebut lebih parah di Ashdod
Andre menilai perlakuan paling brutal justru terjadi setelah para relawan tiba di Pelabuhan Ashdod.
Menurutnya, ia dipaksa menunduk dengan tangan terikat sangat kencang hingga mengganggu peredaran darah.
“Kepala saya saya tahan pakai jidat. Tangan diikat terlalu kencang sampai peredaran darah tidak jalan,” jelasnya.
Ia bahkan mengaku hampir pingsan akibat kondisi tersebut.
Baca Juga: Ironi layanan kesehatan di RSUD Subang, warga miskin dibebani syarat administrasi panjang
9 WNI terlibat dalam misi kemanusiaan
Artikel Terkait
Menkomdigi Meutya Hafid tegur Meta: Cepat hapus Palestina, tapi lemah tangani hoax dan judi online
Anggota DPR RI tolak Indonesia masuk Board of Peace, soroti afiliasi perusahaan Israel di Maluku Utara
Viral debat Palestina, Feri Amsari skakmat Abu Janda hingga diusir dari siaran live
Viral dugaan relawan RI ditangkap Israel, 3 jurnalis hilang kontak di Laut Mediterania
Relawan Indonesia ditahan militer Israel saat misi ke Gaza, Kedubes Palestina sebut pahlawan HAM
Di tengah ejekan menteri Israel ke relawan GSF yang digeruduk saat menuju Gaza, aktivis perempuan teriak: Palestina merdeka!
Akhir cerita 9 WNI yang sempat diringkus pasukan Israel saat menuju Gaza: Pulang dengan bekas pukulan dan setruman