GENMILENIAL.ID - Linimasa media sosial tengah dihebohkan dengan aksi demonstrasi unik yang terjadi di pendopo atau kantor Bupati Indramayu.
Dalam unggahan Instagram @kualimerahputih pada Jumat, 8 Mei 2026, terlihat puluhan ular dilemparkan oleh massa aksi ke arah aparat keamanan di lokasi.
Sumber unggahan tersebut menyebut aksi dilakukan oleh kelompok yang diduga berasal dari Aliansi Topi Jerami.
Aksi pelemparan ular ini disebut sebagai bentuk pelampiasan kekecewaan massa karena tidak dapat bertemu langsung dengan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, saat menyampaikan aspirasi.
“Tak bisa temui Lucky Hakim, massa luapkan kekecewaan dengan lempar ular ke arah polisi,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.
Massa soroti gaya kepemimpinan bupati
Berdasarkan laporan di lapangan, suasana di depan pendopo Kabupaten Indramayu sempat memanas saat puluhan ular dilempar ke arah barisan aparat.
Aksi tersebut terjadi pada Kamis, 7 Mei 2026, dengan massa membawa sejumlah tuntutan yang mereka sebut sebagai 'rapor merah' pemerintah daerah.
Isu yang disorot meliputi persoalan lingkungan, pendidikan, hingga kondisi ekonomi masyarakat.
Dalam orasinya, koordinator aksi Rakhmat Hidayat menyebut lemparan ular sebagai simbol kritik terhadap gaya kepemimpinan Lucky Hakim.
“Simbol lempar ular ini adalah bentuk kritik kami terhadap kebijakan yang selama ini terkesan hanya simbolis,” ujar Rakhmat.
“Masyarakat membutuhkan solusi yang benar-benar dirasakan dampaknya, bukan sekadar caper di depan kamera,” tambahnya.
Artikel Terkait
Buntut skandal liburan tanpa izin, Bupati Indramayu Lucky Hakim kini disanksi 'magang' di Kemendagri
Wamendagri Bima Arya bongkar Lucky Hakim tak tahu Aturan Izin ke Luar Negeri usai Skandal Pelesiran ke Jepang
Imbas kasus liburan tanpa izin, Lucky Hakim diminta naik transportasi umum selama magang di Kemendagri
Tito Karnavian sentil kasus Lucky Hakim di retret kepala daerah, ingatkan aturan izin ke luar negeri
Demo korban banjir di Langkat ricuh, bansos disorot tak tepat sasaran
Aksi orator demo Kaltim viral, minta massa mundur agar tak bentrok dengan aparat
Polisi temukan uang Rp10 juta dari korlap demo buruh di DPR, diduga untuk gerakkan massa