“Korban sering dipukuli oleh ibu kandung, ayah tiri, hingga anggota keluarga lainnya,” ujarnya.
Tak hanya itu, korban juga disebut tidak diperbolehkan masuk ke dalam rumah dan harus tidur di teras rumah tetangga.
Kebutuhan sehari-hari korban pun bergantung pada belas kasihan warga sekitar. Bahkan, uang yang diberikan tetangga disebut kerap diambil oleh anggota keluarga korban.
Warga sekitar ikut lindungi korban
Melihat kondisi tersebut, warga sekitar disebut turut memberikan perlindungan dan perhatian kepada korban.
Indra menyebut pihaknya memilih langkah penyelamatan tanpa langsung membawa kasus ini ke ranah hukum.
Menurutnya, jika seluruh keluarga diproses hukum, dikhawatirkan korban justru akan semakin kehilangan tempat bergantung.
Korban dipindahkan ke panti di Bandung
Sebagai solusi, Indra bersama pihak RT dan RW setempat akhirnya berkoordinasi dengan keluarga korban untuk memindahkan anak tersebut ke tempat yang lebih aman.
Setelah melalui proses negosiasi, ibu korban akhirnya menyetujui anaknya dibawa ke sebuah panti asuhan di Bandung.
“Sore itu kami langsung membawa anak tersebut ke Bandung dan diterima dengan baik di panti,” ungkapnya.
Baca Juga: Perkuat sinergi, Polres Subang kunjungi PT Global Dairi Alami
Momen perpisahan pun diwarnai suasana haru. Warga sekitar disebut menangis saat melepas kepergian korban, berbeda dengan sikap ibu kandungnya.
Artikel Terkait
KDM tegas soal kasus guru tampar siswa di Subang: Disiplin harus tanpa kekerasan
Kasus viral diduga bullying di SMP Tangsel: Polisi selidiki kekerasan hingga kondisi medis korban
Pilu surat dalam tas bayi yang ditemukan di Sukoharjo, minta dirawat pasutri yang belum punya anak
Terungkap! Kekerasan di daycare Little Aresha diduga sudah lama, pengasuh ikat anak atas perintah yayasan
Curhatan ayah korban daycare Little Aresha viral, anak alami trauma hingga takut gelap
Kisah haru ibu selamat dari tragedi Bekasi Timur, ngaku terhindar berkat firasat anak
Viral anak dipaksa mengemis di CFD Kanjuruhan Malang, dibimbing pakai kayu oleh ibunya