GENMILENIAL.ID – Pendakwah Miftah Maulana Habiburrohman atau Gus Miftah menilai penetapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, sebagai lokasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) merupakan langkah penting untuk mengembalikan forum organisasi kepada akar sejarah pesantren.
Muktamar ke-35 PBNU dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Tambakberas, Jombang.
Menurut Gus Miftah, pemilihan lokasi tersebut memiliki makna historis karena pesantren menjadi bagian penting dalam perjalanan Nahdlatul Ulama.
Baca Juga: Seskab Teddy masuk TOP 3 pejabat dengan kinerja terbaik dan popularitas tinggi versi IPO
“Nahdlatul Ulama itu lahir jauh sebelum Republik ini menjejakkan kakinya di bumi nusantara. Usianya matang, akar sejarahnya menghujam kuat di bilik-bilik pesantren,” ujar Gus Miftah dalam keterangannya, dikutip pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Ia menyebut Tambakberas sebagai salah satu tempat yang memiliki jejak penting dalam perjalanan pemikiran kebangsaan dan keagamaan NU.
“Di tempat yang barokah ini, idealnya tidak boleh ada kotoran pragmatisme politik yang merusak udara pesantren,” imbuhnya.
Gus Miftah sebut Istana tak intervensi Muktamar NU
Gus Miftah meyakini Presiden dan Istana tidak ikut campur dalam proses pemilihan Rais 'Aam maupun Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35.
Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan adanya batas yang jelas antara kekuasaan politik dan kedaulatan organisasi keagamaan.
“Di sinilah letak kearifan Presiden. Beliau tahu persis batas demarkasi antara kekuasaan politik dan kedaulatan moral jam'iyah,” ungkap Gus Miftah.
Ia menilai NU memiliki posisi penting sebagai bagian dari kekuatan masyarakat sipil yang ikut menjaga arah moral bangsa.
Artikel Terkait
Keteladanan KH. Anwar Manshur: Ulama sepuh Lirboyo yang dihormati lintas generasi
Bupati Subang kukuhkan pengurus Panglima Santri di Harlah ke-100 NU, tegaskan kolaborasi ulama dan umara
Gus Miftah buka puasa bareng pekerja Colosseum Jakarta, kembali berdakwah di klub malam
Gus Miftah: MBG program baik, yang perlu diperbaiki cara pengelolaannya
Ponpes Ora Aji asuhan Gus Miftah gelar buka bersama 2.000 anak yatim lintas iman di Yogyakarta
Gus Miftah soroti pelaksanaan MBG, ingatkan pejabat dan petugas SPPG jaga amanah program presiden
Ditodong pertanyaan soal uang Rp100 juta oleh jemaah harlah ponpes, Gus Miftah: Saya kaget tapi biasa aja