Gus Miftah: Istana menghormati marwah ulama

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:09 WIB
Gus Miftah memberikan pandangannya menjelang Muktamar NU di Tambakberas, Jombang (Dok. Istimewa)
Gus Miftah memberikan pandangannya menjelang Muktamar NU di Tambakberas, Jombang (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – Pendakwah Miftah Maulana Habiburrohman atau Gus Miftah menilai penetapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, sebagai lokasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) merupakan langkah penting untuk mengembalikan forum organisasi kepada akar sejarah pesantren.

Muktamar ke-35 PBNU dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Tambakberas, Jombang.

Menurut Gus Miftah, pemilihan lokasi tersebut memiliki makna historis karena pesantren menjadi bagian penting dalam perjalanan Nahdlatul Ulama.

Baca Juga: Seskab Teddy masuk TOP 3 pejabat dengan kinerja terbaik dan popularitas tinggi versi IPO

“Nahdlatul Ulama itu lahir jauh sebelum Republik ini menjejakkan kakinya di bumi nusantara. Usianya matang, akar sejarahnya menghujam kuat di bilik-bilik pesantren,” ujar Gus Miftah dalam keterangannya, dikutip pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Ia menyebut Tambakberas sebagai salah satu tempat yang memiliki jejak penting dalam perjalanan pemikiran kebangsaan dan keagamaan NU.

“Di tempat yang barokah ini, idealnya tidak boleh ada kotoran pragmatisme politik yang merusak udara pesantren,” imbuhnya.

Baca Juga: Satu nakhoda kapal disanksi, buntut viralnya rombongan Jessica Mila liburan ke Pulau Padar saat pelayaran ditutup

Gus Miftah sebut Istana tak intervensi Muktamar NU

Gus Miftah meyakini Presiden dan Istana tidak ikut campur dalam proses pemilihan Rais 'Aam maupun Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35.

Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan adanya batas yang jelas antara kekuasaan politik dan kedaulatan organisasi keagamaan.

“Di sinilah letak kearifan Presiden. Beliau tahu persis batas demarkasi antara kekuasaan politik dan kedaulatan moral jam'iyah,” ungkap Gus Miftah.

Ia menilai NU memiliki posisi penting sebagai bagian dari kekuatan masyarakat sipil yang ikut menjaga arah moral bangsa.

Baca Juga: 5 Orang dilaporkan ke polisi buntut kasus hafalan Al-Quran ditukar miras di Festival The Sounds Project Ancol

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Gus Miftah: Istana menghormati marwah ulama

Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:09 WIB
X