Sorotan wafatnya dr. Myta Aprilia Azmy, alumni FK Unsri ungkap dugaan beban kerja hingga perundungan

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 2 Mei 2026 | 18:37 WIB
Menyoroti kasus kematian dr Myta Aprilia Azmy, dokter internship Universitas Sriwijaya (Unsri) yang sempat bertugas di RSUD Kuala Tungkal Jambi (Instagram.com/@wakandafeeds - @medicstory.id)
Menyoroti kasus kematian dr Myta Aprilia Azmy, dokter internship Universitas Sriwijaya (Unsri) yang sempat bertugas di RSUD Kuala Tungkal Jambi (Instagram.com/@wakandafeeds - @medicstory.id)

GENMILENIAL.ID – Publik di media sosial tengah menyoroti kasus wafatnya dokter internship Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri), dr. Myta Aprilia Azmy, yang diduga berkaitan dengan beban kerja berlebih hingga pengabaian kondisi kesehatan.

Almarhumah diketahui menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi.

Ia sempat dirawat di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang sebelum akhirnya meninggal dunia pada Jumat, 1 Mei 2026.

Baca Juga: ICCN Jakarta jajaki kerja sama dengan UNESA, fokus penguatan SDM industri kreatif

Kasus ini menjadi perhatian luas setelah beredarnya surat pernyataan dari Ikatan Alumni FK Unsri yang diunggah melalui akun Instagram @medicstory.id pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Dalam pernyataan tersebut, alumni menyampaikan sejumlah dugaan terkait kondisi kerja yang dinilai tidak manusiawi.

“Adanya beban kerja yang tidak manusiawi (3 bulan tanpa libur di bangsal/IGD) dan pembiaran dokter internship bekerja tanpa supervisi dokter definitif,” tulis pernyataan Ikatan Alumni FK Unsri.

“Yang secara jelas melanggar aturan Kemenkes mengenai status dokter internship sebagai dokter magang, bukan pekerja tetap rumah sakit,” lanjut pernyataan itu.

Baca Juga: Polisi temukan uang Rp10 juta dari korlap demo buruh di DPR, diduga untuk gerakkan massa

Dugaan pengabaian kondisi kesehatan

Selain beban kerja, Ikatan Alumni FK Unsri juga menyoroti adanya dugaan pengabaian klinis terhadap kondisi almarhumah.

Disebutkan bahwa dr Myta sempat mengalami sesak napas berat dan demam tinggi, namun tetap diminta menjalani tugas jaga malam.

“Bahkan ditemukan fakta adanya saturasi oksigen yang menyentuh angka 80 persen sebelum akhirnya mendapatkan pengobatan yang layak,” ungkap pernyataan tersebut.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait standar keselamatan dan perlindungan bagi dokter internship di fasilitas kesehatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X