GENMILENIAL.ID - Kasus viral perekaman diam-diam terhadap seorang usher atau Sales Promotion Girl (SPG) di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 menuai sorotan luas.
Aksi tersebut dilakukan oleh seorang konten kreator yang kemudian mengunggah video berjudul “Cara Mendekati Cewek” di media sosial.
Konten itu menuai kontroversi setelah diketahui bahwa perekaman dilakukan tanpa izin.
Bahkan, situasi semakin memanas ketika beredar informasi bahwa sang kreator meminta sejumlah uang sebagai kompensasi jika video tersebut ingin dihapus.
Baca Juga: Diduga perkara utang lemari plastik Rp150 ribu, pria di Bandung disabet preman pakai samurai
Peristiwa ini tidak hanya menjadi perhatian warganet dan sesama kreator, tetapi juga mendapat respons dari Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman.
Merekam diam-diam dinilai tak beretika
Habiburokhman menilai tindakan merekam seseorang tanpa izin, apalagi untuk kepentingan konten, merupakan perbuatan yang tidak beretika sekaligus melanggar hukum.
“Tindakan merekam seseorang secara diam-diam tanpa consent, apalagi dijadikan materi konten untuk kepentingan komersial atau popularitas di media sosial, adalah perbuatan yang tidak beretika dan melanggar hukum,” ujarnya dalam pernyataan yang diunggah di akun X pribadinya, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia juga menegaskan bahwa ruang publik seperti pameran GIIAS seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua pihak, termasuk para pekerja profesional seperti usher.
Menurutnya, dalam konteks tersebut, korban sedang menjalankan tugasnya secara profesional sehingga harus dihormati privasinya.
Komisi III DPR siap kawal proses hukum
Lebih lanjut, Habiburokhman mendorong korban untuk menempuh jalur hukum atas tindakan yang dialaminya.
Artikel Terkait
Banyak dibutuhkan di era digital, konten kreator cocok untuk mengawali karir!
Jelang Pemilu 2024, Lapas IIA Subang lakukan Pengecekan dan Perekaman Identitas Kependudukan Warga Binaan
Kejar target perekaman 9 ribu pemilih pemula, KPU dan Disdukcapil Subang jemput bola ke desa-desa dan sekolah
Imbas makanannya dapat review negatif dari konten kreator, Ci Mehong desak pemerintah turun tangan buat aturan ini
Konten kreator di Cianjur ngaku dianiaya oknum pegawai SPPG, bermula dari tanya menu MBG
Viral oknum nakes konten bayi NICU, tuai kecaman hingga berujung resign
Belajar buat konten untuk website dan medsos di era digital, ingatkan soal SEO hingga GEO friendly