GENMILENIAL.ID - Skandal dugaan perundungan yang menimpa almarhumah dr Aulia Risma, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro (Undip), terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Semarang.
Sidang terbaru digelar pada Kamis, 5 Juni 2025, dengan agenda pemeriksaan saksi.
Terdakwa dalam kasus ini, Zara Yupita Azra, memberikan tanggapannya atas kesaksian ibu korban, Nusmawun Malinah, yang menyebut putrinya menjadi korban perundungan oleh seniornya.
Baca Juga: Membongkar mentalitas pelaku bully dan cara menghindarinya, ini kata psikologi
"Saya tidak pernah bermaksud untuk mem-bully almarhum dr Aulia," ujar Zara di hadapan majelis hakim.
Zara mengaku saat itu dirinya juga berada dalam tekanan dari para senior di lingkungan PPDS Anestesi Undip.
Menurutnya, sistem hierarki yang berlaku membuat mahasiswa semester dua seperti dirinya harus menanggung hukuman atas kesalahan yang dilakukan mahasiswa semester satu.
"Semua kalimat yang keluar, karena saya berada dalam tekanan," kata Zara.
Baca Juga: Puasa Arafah dilaksanakan 5 Juni 2025, ini 3 keutamaannya bagi umat muslim
"Memang sistemnya seperti itu, yang mendapatkan hukuman selalu kakaknya, semester dua. Semester satu tidak mendapat hukuman, padahal yang salah semester satu," jelasnya.
Ia juga menyatakan bahwa perannya saat itu sebatas menjalankan sistem yang sudah ada.
Hukuman yang diberikan kepada junior, menurutnya, tidak berlangsung lama dan merupakan bagian dari proses pembinaan.
"Hukuman itu juga diberikan atas perintah dari angkatan chief of chief atau di atas chief seperti dewan syuro," tambahnya.
Baca Juga: Anak pencipta lagu 'Nuansa Bening' ikut buka suara soal polemik royalti dengan Vidi Aldiano
Artikel Terkait
Prihatin dengan tindak kekerasan dan perundungan, Dewan Pendidikan se-Jawa Barat gelar Rakor di Cirebon
6 Pernyataan bersama Dewan Pendidikan se-Jawa Barat atas maraknya tindak kekerasan dan perundungan
Kasus perundungan di UNDIP, Ibunda dokter Aulia sebut kematian anaknya akibat kerja yang dipaksa pihak PPDS
Kasus tewasnya dokter Aulia, IDI soroti fenomena yang terjadi di dalam dunia pendidikan dokter spesialis
Bincang bisnis era digital di Kampus FISIP UNDIP Semarang, Promedia ajak para mahasiswa berani jadi pengusaha media
Hadiri pemakaman korban bullying, Kapolres Subang sampaikan belasungkawa yang mendalam dan tegaskan akan mengusut tuntas kasus almarhum A.R
Membongkar mentalitas pelaku bully dan cara menghindarinya, ini kata psikologi