Keduanya disebut kerap hadir setiap pagi dan melihat langsung tindakan para pengasuh terhadap anak-anak.
Baca Juga: Penataan Pujasera Subang digodok, Kang Rey pastikan pedagang jadi prioritas utama
“Ketua yayasan dan kepala sekolah ini selalu hadir setiap pagi dan melihat langsung para pengasuh melakukan itu ke anak-anak. Jadi, dia mengetahui dan menyuruh,” tambahnya.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa praktik kekerasan tersebut terjadi secara sistematis di lingkungan daycare.
Puluhan anak jadi korban, ada luka di pergelangan tangan
Polisi telah melakukan visum terhadap tiga anak korban dan menemukan adanya luka di bagian pergelangan tangan yang diduga akibat pengikatan.
“Kita lakukan visum kepada 3 orang anak, rata-rata lukanya di pergelangan tangan. Artinya, itu mungkin luka dari tali yang kencang,” jelasnya.
Baca Juga: Curanmor di proyek BYD Subang berujung aksi massa, pelaku babak belur sebelum diamankan polisi
Sementara itu, jumlah korban diduga mencapai 53 anak yang mengalami perlakuan serupa selama berada di daycare tersebut.
13 Tersangka ditetapkan, motif diduga ekonomi
Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 13 tersangka yang terdiri dari 11 pengasuh, satu ketua yayasan, dan satu kepala sekolah.
Motif sementara diduga karena faktor ekonomi. Pengelola disebut ingin menampung banyak anak tanpa memperhatikan rasio ideal antara pengasuh dan anak.
Dalam praktiknya, satu pengasuh menangani hingga 7 sampai 8 anak dalam satu waktu, bahkan ditempatkan di ruangan sempit yang tidak layak.
Baca Juga: Telkom luncurkan Agentic AI by BigBox, dorong transformasi digital industri nasional
Para tersangka dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak serta ketentuan dalam KUHP baru dengan ancaman hukuman hingga delapan tahun penjara.
Artikel Terkait
Jabar 2027 dikejar tuntas: Kang Dedi Mulyadi targetkan tak ada anak putus sekolah dan warga tanpa akses kesehatan
Menu MBG daging sapi alot disebut ‘daging karet’, kualitas makanan anak disorot
Besi hollow dari pick up tiba-tiba meluncur, anak SD di Gunungkidul meninggal dunia
Viral Daycare Little Aresha di Yogyakarta digerebek, dugaan anak diikat picu kemarahan publik
Viral curhat ibu soal daycare Little Aresha, ungkap luka memar anak dan pengakuan usai visum
Pilu surat dalam tas bayi yang ditemukan di Sukoharjo, minta dirawat pasutri yang belum punya anak
Kasus daycare Little Aresha Yogyakarta terkuak, eks karyawan jadi kunci terbongkarnya dugaan penganiayaan