GENMILENIAL.ID – Insiden tragis menimpa seorang siswa sekolah dasar (SD) berusia 8 tahun di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, setelah tertimpa besi hollow yang terlepas dari mobil pick up.
Korban berinisial AJS meninggal dunia usai mengalami luka serius di bagian kepala akibat kejadian tersebut.
Peristiwa itu terjadi saat korban berjalan kaki pulang sekolah di jalan Playen-Banyusoco, Padukuhan Sawahan I, Kelurahan Bleberan, Kapanewon Playen, Kamis, 23 April 2026.
Baca Juga: Laporan kebakaran palsu terungkap, DC pinjol diduga teror penjual nasi goreng di Semarang
Korban sempat dirawat, meninggal di rumah sakit
Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul Ipda Nur Ikhwan mengungkapkan bahwa korban sempat tidak sadarkan diri sejak di lokasi kejadian.
“Saat di TKP dalam keadaan tidak sadar atau luka di daerah kepala. Kemudian dirawat di RSUD, selang waktu kira-kira pukul 18.31 WIB, kami mendapat informasi dari keluarga korban bahwa korban telah meninggal dunia,” ujarnya.
Korban sebelumnya sempat dilarikan ke RSUD Wonosari untuk mendapatkan perawatan intensif, namun nyawanya tidak tertolong.
Baca Juga: Sempat dibantah, Bareskrim tetapkan Syekh Ahmad Al Misry tersangka dugaan pelecehan 5 santri
Kronologi besi hollow terlepas
Peristiwa bermula saat mobil Daihatsu Gran Max pick up bernomor polisi AD-9064-AV yang dikemudikan Heru Sukoco (64) melaju dari arah Playen menuju Banyusoco.
Mobil tersebut mengangkut empat batang besi hollow dengan panjang sekitar 4 meter.
Menurut keterangan polisi, kondisi jalan yang bergelombang diduga membuat posisi besi bergeser dari tempatnya.
“Karena jalan itu bergelombang atau berlubang, besi itu tergeser ke kiri,” jelas Ikhwan.
Artikel Terkait
Terjadi lagi di momen Makan Bergizi Gratis, anak-anak SD ini enggan nikmati hidangan demi berbagi dengan keluarga di rumah
Banyak anak SD alami gangguan penglihatan, PKK Subang gerak cepat bagikan 1.000 kacamata
Anak SD di Tolikara Papua harus tunggu pesawat melintas demi berangkat sekolah, videonya jadi sorotan
Viral siswa SMAN 1 Purwakarta acungkan jari tengah ke guru, Dedi Mulyadi sarankan hukuman bersih-bersih sekolah
Dulu kerja di bengkel karena ayah stroke, kini Hendi bisa sekolah gratis dan kejar mimpi
Haru siswa SMP di Sumedang pamit ke teman, diduga putus sekolah demi bantu ortu
Lawan perundungan dari sekolah, SMPN 6 Subang gaungkan deklarasi anti-bullying