Cadangan bensin disebut hanya cukup untuk sekitar 53 hari, sementara diesel diperkirakan bertahan 46 hari dan bahan bakar jet sekitar 39 hari.
Dampak paling terasa terjadi di sektor transportasi.
Baca Juga: Viral imbauan hemat gas dari Menteri Bahlil, kreator ini langsung ubah kebiasaan masak
Puluhan ribu pengemudi jeepney dan becak motor dilaporkan mengurangi aktivitas bahkan berhenti beroperasi karena tingginya harga bahan bakar.
Meski pemerintah telah memberikan bantuan tunai sebesar 5.000 peso, banyak pihak menilai langkah tersebut belum cukup.
Bahkan, koalisi pekerja transportasi disebut tengah bersiap menggelar aksi protes di Manila.
Pemerintah cari sumber energi alternatif
Menghadapi situasi ini, pemerintah Filipina mulai mencari alternatif pasokan energi dari berbagai negara.
Langkah tersebut termasuk membuka peluang impor minyak dari Rusia, China, hingga negara-negara Asia Tenggara.
Salah satu upaya konkret terlihat dari pengiriman minyak Rusia jenis ESPO Blend sebanyak sekitar 100.000 ton menuju terminal Bataan.
Krisis ini menjadi peringatan serius bagi negara-negara yang bergantung pada impor energi, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik global.***
Artikel Terkait
Wamen ESDM: BBM satu harga jadi simbol pemerataan energi di seluruh nusantara
Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag, Kepala Kemenag Subang tegaskan kerukunan umat jadi energi bangsa
Garuda UNY Team kembali juara Shell Eco-Marathon 2026, bukti mahasiswa Indonesia unggul di teknologi hemat energi
Viral polisi di Kediri buka terapi energi alam gratis tanpa sentuhan, konsisten dilakukan sejak 8 tahun
China dan Rusia dalam perang Iran 2026: Dukungan terukur tanpa keterlibatan militer
Negara teluk ‘diam’ hadapi Iran, peneliti UI ungkap strategi bertahan di tengah ancaman
WFH usai lebaran 2026, antisipasi krisis energi global yang mulai menekan harga BBM