Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag, Kepala Kemenag Subang tegaskan kerukunan umat jadi energi bangsa

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 3 Januari 2026 | 10:38 WIB
Kemenag Kabupaten Subang menggelar Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke 80 pada Sabtu, 3 Januari 2026
Kemenag Kabupaten Subang menggelar Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke 80 pada Sabtu, 3 Januari 2026

GENMILENIAL.ID — Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Subang menggelar Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 dengan mengusung tema 'Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju' di halaman Kantor Kemenag Subang, Sabtu, 3 Januari 2026.

Upacara tersebut diikuti ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, tamu undangan, serta awak media.

Upacara HAB ke-80 ini menjadi momentum refleksi delapan dekade pengabdian Kementerian Agama dalam merawat kerukunan umat beragama sekaligus memperkuat peran agama dalam pembangunan bangsa.

Pidato Menteri Agama dibacakan Kepala Kemenag Subang

Dalam upacara tersebut, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Subang, Dr. H. Badruzaman, membacakan pidato sambutan Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar.

Baca Juga: Perumda TRS catat kinerja positif sepanjang 2025, target PAD tercapai dan pelanggan industri terus bertambah

Dalam pidatonya, Menteri Agama menegaskan bahwa kerukunan umat beragama bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan energi kebangsaan yang mampu melahirkan sinergi produktif.

“Kerukunan adalah kekuatan kolaboratif. Perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial harus dirajut menjadi energi bersama untuk menggerakkan kemajuan bangsa,” ujar Badruzaman saat membacakan pidato Menteri Agama.

Ia juga menegaskan bahwa sejak awal berdirinya, Kementerian Agama hadir sebagai kebutuhan nyata bangsa Indonesia yang majemuk, sekaligus penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan.

Kemenag berdampak dan tantangan zaman

Dalam pidato tersebut, Menteri Agama menyoroti capaian Kementerian Agama sepanjang tahun 2025 melalui semangat Kemenag Berdampak.

Baca Juga: Soal buku Gibran’s Black Paper, Roy Suryo sebut masih banyak bukti yang belum diungkap ke publik

Transformasi digital dinilai telah menghadirkan layanan keagamaan yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Selain itu, penguatan ekonomi umat melalui pesantren, zakat, wakaf, infak, sedekah, serta berbagai dana sosial keagamaan disebut sebagai bagian penting dalam mendorong kemandirian masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X