GENMILENIAL.ID – Pemeriksaan terhadap RM, tersangka kasus pembacokan mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, turut melibatkan pendampingan psikologi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi kejiwaan tersangka sebagai bagian dari proses penyidikan yang tengah berjalan.
Pendampingan tersebut dilakukan oleh Biro SDM Polda Riau dan telah bertemu dengan RM pada Senin, 2 Maret 2026.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Z. Pandra Arsyad, mengungkapkan bahwa RM merupakan pribadi yang tertutup.
“RM ini anak yang baru berusia 21 tahun yang kalau dikatakan remaja, dia menjelang dewasa. Ternyata memang sangat tertutup dan selalu mendapatkan apa yang dia dapat ini dari korban,” kata Pandra dalam keterangannya, dikutip dari unggahan Humas Polda Riau pada Selasa, 3 Maret 2026.
Ia juga menyebut RM sempat menceritakan kenangannya bersama korban saat keduanya mengikuti Kuliah Kerja Nyata dalam satu kelompok.
“Ini cukup ceria, dia ceritakan pada saat KKN bagaimana kecerian rupanya menjadi role model ibaratnya. Bahkan dia cerita sendiri keceriaan korban ini membuat anak-anak di daerah tempat KKN itu dekat,” paparnya.
Sempat ingin mengakhiri hidup
Lebih lanjut, Pandra mengungkapkan bahwa RM mengaku sempat berniat mengakhiri hidupnya setelah melakukan penganiayaan terhadap korban berinisial F.
“Pascakejadian itu, sebenarnya dia ingin sekali mengakhiri hidupnya. Sampai segitunya,” ungkap Pandra.
“Jadi, memang alone gitu ibaratnya. Dari semua pihak juga bisa menyelamatkan pelaku dari amukan massa dan juga pelaku bisa diamankan, serta korban bisa diberikan pertolongan sesegera mungkin ke rumah sakit,” lanjutnya.
Menurutnya, proses penyidikan tidak hanya berfokus pada unsur pidana, tetapi juga menggali aspek psikologis tersangka guna memahami motif secara lebih mendalam.
Artikel Terkait
Kurang dari 24 Jam, Polsek Patokbeusi amankan pelaku pembacokan
Residivis pelaku pembacokan di Ranggawulung dibekuk Polres Subang di sebuah Hotel di Semarang
Hendak kabur lewat makam, pelaku utama pembacokan di Pamanukan dibekuk polisi
Tragedi pembacokan di Pamanukan, polisi ingatkan bahaya pergaulan bebas remaja
Mendagri Tito pastikan Gubernur Riau Abdul Wahid bakal dinonaktifkan jika ditahan KPK
KPK ungkap modus korupsi Gubernur Riau Abdul Wahid: Ada 'jatah preman' di Dinas PUPR
Pembacokan mahasiswi saat sempro, polisi sebut sudah direncanakan