Antara Epstein Files dan serangan ke Iran, ada benang merah politik?

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 2 Maret 2026 | 08:38 WIB
Yanuardi Syukur, peneliti di Pusat Riset Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia sekaligus dosen Antropologi Universitas Khairun
Yanuardi Syukur, peneliti di Pusat Riset Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia sekaligus dosen Antropologi Universitas Khairun

Baca Juga: Viral balap lari liar tutup jalan Cipinang Jaya, warga geram akses lumpuh dini hari

Di sisi lain, Iran merespons serangan tersebut dengan kecaman keras. Ketegangan di kawasan meningkat tajam, memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas.

Sejumlah laporan internasional menyebutkan dampak serangan juga dirasakan warga sipil di wilayah terdampak.

Negosiasi yang terganggu

Serangan ini terjadi saat proses negosiasi tidak langsung antara kedua pihak disebut masih berlangsung melalui mediator regional.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Baca Juga: Bupati turun main film, Subang diproyeksikan jadi panggung promosi lewat 'Sisa Waktu Senja'

“Perubahan cepat dari jalur diplomasi ke langkah militer menunjukkan dinamika yang tidak stabil. Ini bisa berdampak panjang terhadap kawasan,” tutur Yanuardi.

Ia menambahkan bahwa publik global perlu melihat peristiwa ini secara komprehensif, tidak hanya sebagai konflik militer, tetapi juga sebagai bagian dari dinamika politik domestik dan internasional yang saling berkaitan.

Di tengah tarik-menarik kepentingan tersebut, masyarakat sipil di kawasan menjadi pihak yang paling rentan terdampak.

Eskalasi militer, tekanan politik, dan ketidakpastian diplomatik kembali memperlihatkan rapuhnya stabilitas global.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X