ISI dorong autonomi strategis Indonesia di tengah geopolitik global

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 27 Februari 2026 | 21:54 WIB
Direktur Kerja Sama ISI, Aisha Rasyidila Kusumasomantri
Direktur Kerja Sama ISI, Aisha Rasyidila Kusumasomantri

Baca Juga: Viral jalan rusak puluhan tahun di Way Kanan, warga: Akses sekolah dan nafkah terhambat

Modernisasi pertahanan dan ekonomi strategis

Di dalam negeri, ISI menekankan pentingnya transformasi budaya maritim melalui modernisasi alat utama sistem persenjataan untuk menjaga kedaulatan di ZEE dan Natuna.

Pengembangan Batalyon Teritorial Penyangga berbasis Sishankamrata juga disebut sebagai langkah memperkuat kesiapan logistik pertahanan dari tingkat daerah.

Dari sisi ekonomi, ISI menyoroti Agreement on Reciprocal Trade RI-AS yang mengamankan tarif 0 persen bagi 1.819 pos tarif produk unggulan Indonesia.

Diversifikasi kerja sama dan penguatan industri pertahanan melalui skema TKDN dinilai penting untuk menghindari ketergantungan pada pemasok tunggal.

Baca Juga: Ibu ABK Fandi bersujud di DPR, tangis minta keadilan atas vonis mati kasus sabu 2 ton

Direktur Kerja Sama ISI, Aisha R. Kusumasomantri, berharap kolaborasi dengan media dapat meningkatkan literasi publik terhadap isu strategis nasional.

“Kami berharap sinergi ini dapat meningkatkan literasi publik terhadap isu strategis. ISI siap menjadi mitra media dalam menerjemahkan niat strategis pemerintah ke dalam narasi yang kredibel dan mudah dipahami masyarakat,” katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan dan pimpinan redaksi dari sejumlah media nasional, yang sepakat memperkuat kolaborasi dalam mengawal isu pertahanan dan kebijakan luar negeri.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X