GENMILENIAL.ID — Indo Pacific Strategic Intelligence menggelar Networking Iftar bersama jurnalis dan pimpinan redaksi media nasional di Jakarta, menjadikan momentum Ramadan sebagai ruang dialog strategis soal arah kebijakan luar negeri, pertahanan, dan ekonomi Indonesia.
Forum tersebut menyoroti pergeseran geopolitik global menuju realisme yang menuntut Indonesia memperkuat autonomi strategis demi menjaga kelangsungan negara.
ISI menilai diplomasi dan kekuatan pertahanan harus berjalan beriringan agar posisi tawar Indonesia tetap kuat di tengah polarisasi dunia.
Baca Juga: Pegiat antikorupsi soroti lahan kompensasi PT BSI, Satgas PKH didesak turun tangan
Diplomasi dan kekuatan militer tak terpisahkan
Dewan Penasihat ISI, Dr. Muhammad Hadianto, menegaskan kebijakan luar negeri dan pertahanan merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.
“Diplomasi tanpa topangan kekuatan militer akan melemahkan posisi Indonesia. Meskipun aliansi kini menjadi prasyarat dalam situasi dunia yang fluktuatif, hal tersebut harus dipahami secara kontekstual dan tetap berbasis pada pragmatisme tujuan nasional,” ujarnya.
Menurutnya, dalam lanskap global yang semakin kompetitif, Indonesia perlu membangun fleksibilitas aliansi tanpa kehilangan independensi strategis.
Baca Juga: Beras nenek pengungsi di Aceh Tamiang hilang dicuri, warganet: Tak punya hati
Board of peace dan komitmen untuk Palestina
ISI juga mengulas keterlibatan Indonesia sebagai anggota pendiri Board of Peace yang piagamnya ditandatangani di Davos pada Januari 2026.
Direktur Riset ISI, Dr. Ian Montratama, menyebut langkah ini didasari tiga alasan utama, yakni amanat konstitusi untuk menghapus penjajahan, kebuntuan resolusi PBB terkait Palestina, serta urgensi kemanusiaan di Gaza.
Board of Peace diposisikan sebagai instrumen konkret untuk mengawal solusi dua negara dan menjaga keseimbangan diplomasi global agar tidak didominasi satu kekuatan.
Komitmen tersebut diperkuat dengan pengiriman 8.000 personel dalam misi Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza, di mana Indonesia dipercaya sebagai Wakil Komandan Operasi.
Artikel Terkait
RUU Perampasan Aset dibahas DPR: Publik diminta kawal isi, bukan hanya judul
Motor ‘brebet’ usai isi pertalite di Jatim, Bahlil turunkan Tim Lemigas, Pertamina klaim distribusi sesuai SOP
Roy Suryo bocorkan isi Gibran’s Black Paper: Soroti akun Fufufafa hingga klaim ijazah SMA
Forum JPP Promedia bahas penanganan bencana Sumatera, Anggota Task Force ISI soroti peran TNI
Forum JPP Promedia bahas peran TNI dalam banjir Sumatera, Anggota Task Force ISI tekankan batasan dan koordinasi BNPB
Kapolresta Sleman disemprot DPR soal kasus suami lawan penjambret, dinilai tak paham isi KUHP
ISI bedah strategi AS era Trump, Indonesia dihadapkan tantangan besar di kawasan Indo-Pasifik