Namun, menurut pengakuan JC, setibanya di Bandung ia justru diusir dan mengalami kekerasan fisik yang kemudian terekam CCTV dan viral di media sosial.
Tiga tahun hubungan disebut diwarnai kekerasan
JC juga mengungkap bahwa selama kurang lebih tiga tahun menjalin hubungan, ia mengaku telah beberapa kali mengalami tindak kekerasan.
Ia menyebut kejadian tersebut menjadi titik balik untuk tidak lagi tinggal diam.
“Saya datang murni untuk meminta utangnya, saya hanya mempertahankan hak saya dan memperjuangkan apa yang memang seharusnya menjadi tanggung jawabnya,” ungkapnya.
Ia menegaskan tidak ada seorang pun yang pantas mendapatkan perlakuan kekerasan, terlebih saat sedang memperjuangkan haknya sendiri.
Baca Juga: Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin meninggal dunia di usia 76 tahun, ini rekam jejaknya
Terkait video permintaan maaf NT yang juga beredar di media sosial, JC menyatakan hal itu tidak menghentikan proses hukum yang sedang berjalan.
“Proses hukum tetap berjalan sebagaimana mestinya, dan tidak ada bentuk permintaan maaf apapun yang dapat menghentikan proses tersebut,” tegasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.***
Artikel Terkait
Polisi temukan tanda kekerasan pada mayat perempuan dalam drum di kali Cisadane
Soal kekerasan di RSUD Sekayu, dokter Syahpri didukung PB IDI dan Kemenkes bawa ke jalur hukum
Kasus Timothy Anugerah di UNUD kian panjang: DPR desak Satgas kekerasan aktif, RS hentikan koas pelaku, keluarga resmi lapor polisi
Wakil Bupati Pidie Jaya minta maaf usai pukul Kepala SPPG Sagoe, BGN kecam keras aksi kekerasan
KDM tegas soal kasus guru tampar siswa di Subang: Disiplin harus tanpa kekerasan
Ketua DIKPI dorong self policing sejak dini untuk cegah kekerasan dan stres di sekolah
Sejoli di Bandung terseret isu KDRT, video CCTV diduga rekam aksi kekerasan hingga permintaan maaf pelaku