Rangka jembatan gantung jadi tumpuan anak-anak Aceh Tengah demi bisa sekolah

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 13 Januari 2026 | 22:10 WIB
Warga Desa Segene Balik, Aceh Tengah menggunakan jembatan gantung yang rusak untuk menyeberangi sungai (Instagram/lingkaran_gayo)
Warga Desa Segene Balik, Aceh Tengah menggunakan jembatan gantung yang rusak untuk menyeberangi sungai (Instagram/lingkaran_gayo)

GENMILENIAL.ID — Kondisi akses infrastruktur di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tengah masih memprihatinkan pascabanjir dan longsor yang melanda akhir November 2025 lalu.

Hingga kini, sebagian warga masih harus mempertaruhkan keselamatan demi menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah.

Salah satu kondisi paling memprihatinkan terjadi di Desa Segene Balik, Kecamatan Kute Penang, Kabupaten Aceh Tengah.

Baca Juga: Registrasi akun SNPMB 2026 resmi dibuka, ini jadwal dan syarat jalur prestasi SNBP

Sebuah jembatan gantung yang menjadi akses utama antardesa kini hanya menyisakan rangka besi, namun tetap digunakan warga untuk menyeberang.

Viral anak-anak meniti jembatan gantung rusak

Kondisi tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @lingkaran_gayo pada Senin, 12 Januari 2026.

Dalam video itu, terlihat anak-anak sekolah berjalan perlahan sambil berpegangan pada sisi rangka jembatan demi menjaga keseimbangan.

Video perjuangan anak-anak Aceh Tengah itu telah ditonton lebih dari 38 ribu kali dan memantik keprihatinan warganet.

Baca Juga: Viral sinkhole di Sumbar, warga berebut air yang dipercaya berkhasiat meski berisiko

Berdasarkan keterangan unggahan, jembatan gantung tersebut menghubungkan Desa Segene Balik dengan Desa Atu Gogop, Desa Balik, Desa Belang Balik, serta Desa Kulem Balik.

Tak hanya itu, video lain juga memperlihatkan anak-anak memilih menuruni sungai dan berjalan di atas hamparan pasir serta batu saat debit air surut, meski masih terdapat aliran air di beberapa titik.

Satu-satunya akses sekolah dan kebun warga

Jembatan gantung yang rusak itu menjadi satu-satunya akses utama bagi sekitar 720 Kepala Keluarga (KK) di Desa Segene Balik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X