Ngaku Resmob Polda Jabar dan todong softgun, komplotan pemeras di Subang akhirnya dibekuk polisi

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 9 Februari 2026 | 19:05 WIB
Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono didampingi Kasat Reskrim AKP Bagus Panuntun, Kapolsek Jalancagak Kompol Dede Suherman, beserta jajaran menunjukkan barang bukti kepada awak media, Senin, 9 Februari 2026
Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono didampingi Kasat Reskrim AKP Bagus Panuntun, Kapolsek Jalancagak Kompol Dede Suherman, beserta jajaran menunjukkan barang bukti kepada awak media, Senin, 9 Februari 2026

Berbekal laporan tersebut, Polsek Jalancagak bersama Tim Resmob Satreskrim Polres Subang bergerak cepat melakukan penyelidikan.

Hasilnya, pada Sabtu, 7 Februari 2026 sekitar pukul 21.30 WIB, tiga pelaku berhasil diamankan di sekitar Pos Satpam Hotel Gracia, Jalan Raya Gracia Sariater, Subang, beserta barang bukti.

Baca Juga: Diduga curi paket di Kalibata, aksi pria bawa anak dan istri terekam CCTV tuai kecaman

Ketiga tersangka berasal dari Bandung masing-masing berinisial:

  • D.H.S., pelaku utama yang menodong korban dan menerima uang hasil pemerasan,
  • M.I., pengemudi kendaraan sekaligus pelaku intimidasi dan negosiasi,
  • W.D.A., berperan membawa sepeda motor korban.

Dari hasil pemeriksaan sementara, komplotan ini diketahui telah beraksi di tiga lokasi berbeda di Subang, dengan nilai pemerasan berkisar Rp4–5 juta di setiap kejadian.

Polisi palsu, bukti lengkap diamankan

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya mobil Honda Brio hitam, senjata softgun, dua unit handphone, bukti transfer uang, barang pribadi korban, serta topi dan rompi bertuliskan 'Polisi' dan 'Resmob Polda Jabar'.

Baca Juga: Ban motor dirantai demi bisa mengajar, viral perjuangan guru lewati jalan berlumpur di Lampung Barat

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 482 KUHP tentang Pemerasan dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 9 tahun.

Kapolres Subang menegaskan pihaknya masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kemungkinan TKP lain serta berkoordinasi dengan Ditreskrimum Polda Jawa Barat.

“Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Polres Subang. Kami juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap pihak yang mengaku sebagai aparat untuk kepentingan pribadi,” tegas AKBP Dony.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X