Outlook negatif Moody’s jadi alarm keras, Harris turino soroti kebijakan ekonomi

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 14:57 WIB
Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PDI Perjuangan di Komisi XI DPR RI, Dr. Harris Turino (Dok. Istimewa)
Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PDI Perjuangan di Komisi XI DPR RI, Dr. Harris Turino (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID — Penurunan outlook ekonomi Indonesia oleh lembaga pemeringkat global Moody’s Investor Service dari 'stable' menjadi 'negatif' dipandang sebagai peringatan serius oleh Dr. Harris Turino, Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PDI Perjuangan di Komisi XI DPR RI.

Dalam keterangannya kepada Kilat.com, Jumat 6 Februari 2026, Harris menekankan bahwa langkah Moody’s bukan sekadar catatan teknis, melainkan sinyal kuat agar arah kebijakan ekonomi nasional diperkuat dan dikonsolidasikan agar kepercayaan pelaku pasar tidak terganggu.

“Penurunan outlook ini merupakan alarm keras terhadap arah kebijakan ekonomi kita ke depan. Apa yang disampaikan Moody’s bukan hanya soal angka, tetapi soal kredibilitas dan konsistensi kebijakan yang menurun,” ujar Harris.

Baca Juga: Panen Fest 2026, Promedia Group raih penghargaan atas publikasi ketahanan pangan

Prediktabilitas dan tata kelola jadi sorotan

Harris menyebut salah satu sorotan Moody’s adalah prediktabilitas kebijakan, yang dinilai tidak selalu sejalan antara perumusan dan pelaksanaan.

Hal ini, menurutnya, berpotensi memengaruhi keyakinan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Selain itu, aspek tata kelola (governance) disebut Harris melemah, sehingga kondisi ekonomi Indonesia seperti 'bangunan megah yang rawan guncangan tanpa fondasi institusi kuat.'

“Ekonomi kita besar, tetapi institusi yang kuat adalah penopang utama. Tanpa itu, risiko volatilitas pasar bisa meningkat, dan kepercayaan investor bisa terkikis,” kata Harris.

Baca Juga: Kurang dari 24 jam, polisi tangkap 8 pelaku main hakim sendiri di kasus curanmor Subang

Ekspansi fiskal dan risiko defisit

Harris juga menyoroti bahwa ekspansi fiskal yang agresif, jika tidak dibarengi penguatan basis penerimaan negara, berpotensi memperlebar defisit anggaran dan mempersempit ruang fiskal Indonesia di masa depan.

Isu Danantara dan ketidakjelasan rezim fiskal-moneter menjadi poin tambahan yang menurutnya menambah ketidakpastian ekonomi nasional.

Tetap ada fondasi kuat di balik kekhawatiran

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X