Ekonomi RI tumbuh 5,04 persen di kuartal III 2025, Menkeu Purbaya: Bukti efektivitas kebijakan fiskal pemerintah

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 6 November 2025 | 16:58 WIB
Menyoroti pernyataan Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa hingga pakar ekonomi usai perekonomian RI dinyatakan tumbuh 5,04 persen (Instagram.com/@purbayayudhi_official)
Menyoroti pernyataan Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa hingga pakar ekonomi usai perekonomian RI dinyatakan tumbuh 5,04 persen (Instagram.com/@purbayayudhi_official)

GENMILENIAL.ID — Perekonomian Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,04 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal III (Q3) tahun 2025.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai capaian ini menunjukkan kinerja mesin ekonomi nasional yang tetap solid di tengah tekanan global.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang stabil ini membuktikan bahwa arah kebijakan fiskal pemerintah berjalan efektif dan adaptif menghadapi tantangan eksternal.

“APBN berperan menjaga daya beli masyarakat dan mendukung dunia usaha agar lebih berdaya saing di tingkat global,” ujar Purbaya kepada awak media di Jakarta, Kamis 6 November 2025. 

Baca Juga: Prabowo tegaskan tak dikendalikan Jokowi: Kritik budaya politik tak sehat yang suka cari kesalahan pemimpin

Ia menambahkan, sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan keuangan menjadi fondasi utama yang menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi di kuartal III turut menciptakan 1,9 juta lapangan kerja baru serta menurunkan tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,85 persen.

Arah kebijakan fiskal dan dampaknya

Menkeu Purbaya menjelaskan, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,89 persen, ditopang meningkatnya mobilitas, transaksi digital, serta pengeluaran transportasi dan komunikasi yang melonjak 6,41 persen.

Sementara itu, konsumsi pemerintah naik 5,49 persen, mencerminkan percepatan realisasi belanja pada triwulan ketiga.

Baca Juga: KPK pastikan penyelidikan kasus Whoosh tetap berlanjut meski Prabowo janji tanggung jawab penuh

Dari sisi investasi, pertumbuhan tercatat 3,02 persen (yoy), terutama pada sektor infrastruktur dan proyek strategis nasional.

“Kebijakan fiskal ekspansif diarahkan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan, menciptakan ruang investasi baru, serta memperkuat daya saing industri,” terang Purbaya.

Ekspor barang dan jasa juga tumbuh 9,91 persen, didorong oleh kenaikan permintaan global dan kinerja industri domestik yang kuat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X